| Senin, 31 Juli 2006 | NASIONAL |
SOSOKJalani Hidup Satitahe
BANYAKNYA tawaran untuk bermain sinetron maupun menjadi bintang iklan, tentu membuat pundi-pundi Timbul Suhardi semakin penuh. Namun bagi pelawak yang akrab disapa dengan Timbul itu, kebahagiaan hidup di dunia bukan berdasar uang dan ketenaran. "Saya jalani hidup ini satitahe, tidak terlalu ngongso," tutur dia saat berkunjung ke kantor Suara Merdeka, Jalan Pandanaran 30 Semarang, Sabtu lalu. Begitu pula ketika terpilih sebagai model iklan Jamu Sido Muncul selama 9 tahun, Timbul tidak terlalu memikirkan besar kecil honor yang diperoleh. "Besar kecilnya honor itu tergantung pada cara kita menerima dan mensyukurinya," tandas dia. Kehidupan satitahe itu juga terlihat saat dia memilih untuk tidak mengikuti jejak rekan-rekan pelawak lain yang membuka bisnis sampingan. Itu bukan karena tidak memiliki modal, melainkan dirinya merasa tidak mampu mengelola usaha-usaha tersebut. Mengenai sampai kapan dia akan berkecimpung dalam dunia hiburan, suami Sukarti itu menuturkan, akan terus berkarya sepanjang hidup. Dia juga tidak pernah memilih-milih jenis pekerjaan yang ditawarkan padanya. Sinetron dan produk iklan apa pun, akan dijalani dengan senang hati. "Yang penting bisa terus berkarya sehingga orang-orang bisa melihat saya tetap eksis. Prinsip saya, bekerja sebaik mungkin dan tidak perlu menjadi top," tandas ayah 8 anak dan 7 cucu tersebut. Namun bila disuruh memilih antara main sinetron dan bintang iklan, Timbul mengakui, memang lebih memilih bintang iklan. Sebab pekerjaannya lebih cepat dan honornya juga lebih menjanjikan. Saat disinggung mengenai kualitas pelawak ataupun artis-artis muda yang banyak bermunculan saat ini, dia mengaku tidak bisa melakukannya. Saat ini, kemampuan seseorang lebih ditentukan oleh perolehan SMS. "Saya tidak pernah tertawa mendengar lawakan-lawakan yang mereka lontarkan. Istilahnya, mereka tidak nguwongke orang," ujar dia. Sebagai model iklan salah satu produk jamu, bagaimana pendapatnya tentang jamu-jamu Indonesia ? Menurut dia, jamu Indonesia memang patut dibanggakan. Mengenai alasannya, dia tidak bisa berkomentar banyak. Sebab hanya jamu komplet Sido Muncul yang dikonsumsinya secara rutin bersama keluarga, 1 kali sehari. "Jamunya tidak pahit dan membuat badan saya sehat. Jamu itu tidak harus pahit, yang penting khasiatnya," tambah dia. (Hernandhono-23m) | ||||