logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Juli 2006 NASIONAL
Line

Israel Serang Penampungan Warga

  • 54 Orang Tewas

SM/Reuters PECAH KACA: Salah seorang pemuda Lebanon, yang ikut berunjuk rasa, memukul kaca jendela di kantor perwakilan PBB di Beirut, Minggu (30/7). Aksi itu sebagai protes serangan Israel ke wilayah Lebanon Selatan. (30h)

QANA - Agresi Israel di Lebanon selatan makin tak terkendali. Sebuah gedung penampungan pengungsi di Desa Kafr Qana di dekat perbatasan menjadi sasaran serangan udara Minggu dini hari kemarin. Sebanyak 54 warga sipil tewas, termasuk di antaranya 37 anak-anak, saat sedang terlelap dalam tidur.

Serangan brutal itu merupakan yang paling berdarah selama konflik yang sudah memasuki hari ke-19 itu. Gelombang kemarahan merebak di Lebanon dan dunia Arab menyusul serangan itu. Ribuan warga menggelar aksi protes di kantor perwakilan Perserikatan Bangsa-bangsa di Beirut.

Mereka meneriakkan yel-yel ''Matilah Israel, Matilah Amerika''. Demonstran menjebol pintu gerbang, memecahkan jendela kaca dan merusak perabotan di dalam gedung.

Demonstran merobek-robek bendera PBB. Mereka mendesak pemimpin Lebanon Syekh Sayyed Hassan Nasrallah meroket Tel Aviv. ''Nasrallah, hancurkan Tel Aviv,'' teriak para demonstran.

Juru bicara PBB Khaled Mansour mengatakan, gedung itu dilempari batu. ''Kami memahami kemarahan orang-orang itu. Tetapi, kami tidak habis mengerti mengapa gedung PBB dan stafnya juga ikut jadi sasaran kemarahan,'' kata dia.

Polisi menuturkan, Qana dibom pada pukul 01.30 dini hari waktu setempat (05.30 WIB). Sebuah bangunan berlantai tiga hancur. Padahal, di dalam gedung itu terdapat 63 warga Lebanon yang mengungsi dari tempat tinggalnya.

Banyak korban tewas saat sedang tertidur lelap. ''Mengapa mereka menyerang anak-anak kecil dan perempuan? Mereka berbuat kesalahan apa?'' teriak Mohamed Samai, meratapi kerabatnya yang tewas dalam serangan itu.

Jenazah korban dibungkus dengan lembaran plastik dan diletakkan berjajar di bawah atap teras. Bunga-bunga ditaburkan di atas jenazah itu.

Israel berkilah, tidak mengetahui ada warga sipil di gedung itu. Negara Yahudi itu menuduh Hizbullah menembakkan roket-roket dari Qana. Sebanyak 115 roket menghantam sasaran di Israel Minggu kemarin.

Juru bicara pemerintah mengatakan, Israel bertanggung jawab atas serangan itu dan akan menyelidiki kejadian itu.

Belum Berhenti

Hizbullah berjanji akan membalas. ''Pembantaian mengerikan itu tidak akan dibiarkan saja tanpa balasan,'' demikian pernyataan Hizbullah. Gerakan militan Hamas juga bertekad akan melancarkan serangan-serangan ke Israel.

Sedikitnya 542 orang tewas di Lebanon selama konflik ini. Kementerian Kesehatan memperkirakan, jumlah korban tewas mencapai 750 orang. Di pihak Israel, 51 orang tewas.

Kendati para pemimpin dunia mengutuk serangan itu, Perdana Menteri Israel Ehud Olmert mengatakan gempuran terhadap Lebanon belum akan berhenti. ''Kami tidak akan mengejapkan mata di hadapan Hizbullah dan kami tidak akan menghentikan serangan ini kendati dalam situasi sulit sekalipun,'' kata dia.

Serangan udara lainnya menewaskan lima warga sipil, dua di antaranya adalah anak-anak, di rumah mereka di Desa Yaroun. Perdana Menteri Lebanon Faoud Siniora menuntut gencatan senjata tanpa syarat dan penyelidikan internasional atas pembantaian itu.

Penduduk di Qana meratap dalam kesedihan bercampur kemarahan, sementara orang-orang membongkar reruntukan rumah dengan tangan kosong untuk menemukan korban-korban yang masih tertimbun.

Jenazah seorang perempuan tergeletak di antara reruntukan beton. Seorang petugas membawa jenazah seorang anak kecil. Jenazah anak kecil lainnya terbaring di jalan.

Ibrahim Shalloub tak mampu berkata-kata. Dia masih terus berusaha mencari adik perempuan dan keponakannya yang tertimbun reruntukan.

Qana menjadi simbol tragedi kematian warga sipil Lebanon di tangan militer Israel. Pada April 1996, roket Israel menewaskan lebih dari 100 warga sipil yang sedang berlindung di markas pasukan perdamaian PBB di desa itu, hanya sekitar satu kilometer dari lokasi gedung.

Militer Israel menegaskan, serbuan lebih dalam ke wilayah Lebanon akan terus dilakukan. Tank-tank dan tentara Israel bergerak melintasi perbatasan di Metula untuk menemukan dan menghancurkan peluncur roket Hizbullah.(rtr-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA