| Senin, 31 Juli 2006 | SEMARANG |
JAJAH DESA milangkoriKecewa Jarak Dibeli Rp 500/KgGROBOGAN - Jajaran Perum Perhutani Unit 1 Jateng di Grobogan kecewa pada investor yang akan menanamkan modal untuk mendirikan pabrik pengolah minyak jarak menjadi bahan bakar biodisel. Sebab, jarak kering dari hasil penanaman petani hutan itu hanya akan dibeli Rp 500/kg. Padahal, sebelumnya dijanjikan dibeli Rp 1.500/kg. Bila jarak dibeli murah, dipastikan program tanam jarak di jajaran Perum Perhutani Unit 1 Jateng akan berhenti, karena dinilai tidak menguntungkan. Bahkan, hanya akan menghambur-hamburkan anggaran penghijauan, meski tanaman tersebut ditanam dengan pola tumpangsari dengan tanaman jati. Administratur KPH Purwodadi RM Widiyanto mengatakan, harga penawaran jarak kering Rp 500/kg sangat merugikan petani. Karena itu, pemerintah dan investor perlu mempertimbangkan lagi harga penawaran tersebut. (A23-37) Pantau Kesehatan Masyarakat GROBOGAN - Bupati Grobogan H Bambang Pudjiono mengingatkan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) dan jajarannya supaya memantau dengan baik dan benar berbagai kemungkinan terjadinya gangguan kesehatan akibat musim kemarau ini. Sebab, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kemarau seperti ini banyak menyebabkan diare. Hal itu terjadi lantaran minum air dan makan makanan yang kurang bersih. Selain itu, juga perlu memantau terjadinya kekurangan gizi di masyarakat, terutama masyarakat kurang mampu. Bila ditemukan hendaknya jajaran dinas langsung bergerak dengan cepat untuk mencari jalan keluar, sehingga warga yang kurang gizi tidak mudah terkena penyakit. (A23-37) Perbaikan Jalan dengan Aspal Goreng GROBOGAN - Perbaikan jalan Purwodadi-Godong dilakukan dengan menggunakan aspal goreng. Aspal itu dibuat dengan cara manual, namun daya lengketnya sepintas tak kalah dengan hotmix yang aspalnya dibakar dengan mesin. Hanya penanganan dari penambalan di beberapa ruas jalan yang ambles dan berlubang di sepanjang jalan itu, dinilai pengguna jalan kurang bagus. Sebab, tidak bisa rata dan rapi. Diduga unsur pemadatan kurang, sehingga kurang rapi. Rencananya tim dari Biro Pembangunan Jateng, Dinas PU Bina Marga, dan pihak terkait lainnya akan mengecek penggunaan aspal goreng untuk perbaikan jalan tersebut. Sumadi (42), warga Godong mengatakan, material yang digunakan untuk perbaikan jalan cukup bagus. Yakni, memenuhi syarat sebagai bahan perbaikan jalan di lingkungan Dinas PU Bina Marga. Hanya saja, pengerjaannya kurang optimal. (A23-37) Rifaiyah Desak Penindakan Prostitusi DEMAK- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Rifaiyah Kabupaten Demak meminta Pemkab tegas dalam penindak pelaku prostitusi. Desakan tersebut menjadi rekomendasi hasil Musyawarah Kerja Dearah (musda) organisasi sosial keagamaan itu, yang berlangsung di Aula Kantor DPD II Golkar Demak, Minggu (30/7). Sebagaimana disampaikan Pengurus DPD Rifaiyah Daerah MF Ali Muttaqin, pemerintah harus mampu menjaga citra Kabupaten Demak sebagai Kota Wali. Oleh karenanya, penindakan terhadap WTS bukan sebatas menjaring dan membina kemudian dilepas. ''Seharusnya diproses secara hukum dan memberi tindakan lebih tegas lagi jika masih mengulang,'' katanya. (H1-37) |