| Senin, 31 Juli 2006 | SEMARANG |
Jangan Percaya OrangLAPORAN penipuan dan percaloan CPNS yang diduga melibatkan oknum PNS di lingkungan Pemkot Salatiga, membuat berang Wali Kota H Totok Mintarto. Sebab, sejak akan dimulai perekrutan CPNS selama dua tahun ini, dia selalu mengingatkan kepada warganya agar tidak berusaha lewat ''jalur belakang''. ''Saya selalu mengingatkan dan berbicara kepada siapa saja agar jangan terbuai dengan omongan siapa saja, termasuk pejabat yang bisa memasukkan menjadi CPNS. Apalagi, dengan embel-embel memberikan uang pelicin terlebih dahulu,'' ujarnya, kemarin. Dia menjelaskan, perekrutan sekarang ini bukan lagi wewenang daerah, melainkan wewenang pusat berdasarkan hasil tes yang telah diikuti peserta. Daerah hanya mengusulkan formasi PNS yang dibutuhkan kepada pemerintah pusat, sedangkan lulus atau tidaknya semuanya tergantung peserta yang ikut. Totok mengakui setiap akan dimulai pengumuman pendaftaran formasi CPNS dirinya selalu dihubungi oleh para relasi dan masyarakat yang meminta bantuan agar anak, keponakan, atau saudaranya dapat diterima menjadi CPNS. Tetapi, hal itu selalu ditolaknya. Anggapan bisa memasukkan menjadi PNS seperti itu selalu ditepisnya dengan menjelaskan bahwa cara tersebut tidak benar. Soal adanya keterlibatan oknum PNS, dirinya menyerahkan hal itu kepada aturan hukum yang berlaku. Namun, jangan langsung memvonis bersalah, karena harus memegang azas praduga tidak bersalah. Adanya laporan korban penipuan CPNS, menurutnya, menjadi pengalaman berharga bagi siapa saja, agar kejadian seperti itu tidak terulang lagi. (Surya Yuli P-37) |