logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Juli 2006 SEMARANG
Line

Agustus Kedungombo Ditutup Total

GROBOGAN - Jaringan irigasi teknis Kedungombo di Grobogan, Pati, Kudus, Demak, dan sekitarnya segera ditutup total untuk pertanian tanaman pangan. Penutupan dari 1-31 Agustus itu dilakukan untuk perbaikan saluran dan tanggul yang rusak.

''Karena jaringan irigasi teknis Kedungombo dikeringkan semua, maka petani di beberapa daerah itu tidak dapat mengocor tanaman pertaniannya, baik jagung, kacang hijau, semangka, sayuran, maupun jenis lainnya, dengan air irigasi tersebut,'' kata Yadi (31), petani Penawangan, yang tergabung dalam perkumpulan petani pemakai air (P3A) daerah itu, kemarin.

Balai Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Kudus, Dinas Pengairan dan Jratunseluna Semarang, mulai membongkar saluran dan tanggul yang rusak di jaringan Kedungombo, antara lain di saluran Sidorejo, Sedadi, Klambu, dan lainnya, untuk diperbaiki.

Perbaikan itu akan dikebut dengan cara lembur, sebab waktu yang tersedia sangat terbatas, yaitu hanya satu bulan. Itu pun bila petani melalui P3A mengajukan permintaan air untuk ngocor jagung, maka Balai PSDA tak mungkin menolak. Walau air yang dialirkan melalui saluran irigasi hanya sedikit, hal itu tetap akan mengganggu pengerjaan proyek.

Penutupan Kedungombo sudah diketahui semua petani yang tergabung dalam wadah P3A ataupun kelompok tani palawija. Dengan demikian, Jumat-Minggu (28-30 Juli), petani yang berdekatan dengan saluran irigasi teknis ramai-ramai menyedot air itu untuk dialirkan ke sawah yang ada tanaman pertaniannya. Bahkan, beberapa hektare sayuran di Toroh dibasahi semua dengan air irigasi. Saat saluran ditutup selama sebulan diharapkan tanaman tidak kekurangan air.

Mulai Dikerjakan

Kepala Balai PSDA Kudus, Agus Purwadi, mengatakan, sejak pekan lalu sudah mengizinkan semua kontraktor mulai mengerjakan proyek perbaikan saluran dan tanggul irigasi teknis di jaringan Waduk Kedungombo itu. Bahkan, beberapa pemborong sudah mulai mengerjakan proyek rehabilitasi di jaringan induk Sidorejo, Klambu Kanan, dan lainnya. Saluran di Sedadi dan Klambu Kiri sudah dikeringkan sejak pekan lalu.

Dia mengatakan, semua pihak harus mematuhi kesepakatan atas penutupan saluran, sehingga air waduk tersebut nantinya mampu memenuhi kebutuhan tanam padi musim tanam (MT) I Oktober 2006-Maret 2007.

Sementara itu, Bendung Klambu yang melayani kebutuhan petani di Klambu Kanan (Grobogan dan Demak) dan Klambu Kiri (Kudus dan Pati) tidak akan digelontorkan sebelum masa penutupan selesai. Namun, air waduk itu tetap dipertahankan elevasinya, meskipun setiap hari diambil untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Semarang.

Air bersih untuk warga Semarang itu rencananya akan dipasok 1 m3/detik atau sesuai permintaan PDAM. Bila perusahaan daerah tersebut mengajukan penambahan debit, maka Balai PSDA langsung mengabulkan. Yang penting, kata Agus Purwadi, air tersebut betul-betul digunakan untuk kepentingan masyarakat.

Hal yang sama dilakukan untuk PDAM Grobogan, yang dipasok dalam debit yang sama dari Sungai Lusi lewat Sungai Serang. (A23-18h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA