logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Juli 2006 SEMARANG
Line

386 Hektare Tambak Hilang

KENDAL - Areal pertambakan milik warga seluas 386 hektare yang berada di tiga desa di wilayah Kecamatan Patebon, Kendal, diketahui hilang akibat terkena abrasi Laut Jawa. Yaitu, areal tambak di Desa Pidodo Wetan, Kartika Jaya, dan Wonosari.

Hal itu terungkap dalam lokakarya bertajuk meningkatkan kualitas dan daya dukung lingkungan berbasis pembangunan lingkungan di Balai Desa Kartika Jaya, Minggu (30/7). Kegiatan yang diprakarsai forum komunikasi masyarakat peduli pantura (FKMPP) Jateng itu antara lain dihadiri Deputi VI Kementerian Lingkungan Hidup (LH) Drs Sudariyono bersama staf R Yunius dan Gafon, Kepala Bapedal Pemprov Jateng Ir Joko Sutrisno, staf Deputi III LH Ir Agus Rusly serta puluhan anggota FKMPP se-Jateng, seperti Batang, Semarang, Pemalang, Kendal, Demak, dan Rembang.

''Berdasarkan pengecekan data kepemilikan tambak Letter C di Pemerintahan Desa Kartika Jaya, Wonosari, dan Pidodo Wetan, diketahui dalam waktu 10 tahun terakhir abrasi telah mengakibatkan hilangnya tambak seluas 386 hektare,'' kata Bendahara FKMPP Sukamto, kemarin.

Abrasi terjadi karena antara lain hilangnya hutan mangrove, tertutupnya beberapa muara sungai karena sedimentasi serta kebe radaan bangunan permanen yang menjorok ke Laut Jawa. Misalnya, bangunan pemecah gelombang.

Sukamto yang juga tokoh pemuda Desa Kartika Jaya menambahkan, selain menggerakkan komunitas FKMPP dan masyarakat untuk menanam kembali mangrove guna menahan abrasi, pihaknya juga telah membangun sabuk pantai permanen. ''Sabuk pantai dibangun dengan cara menanam puluhan bis beton lapis dua di lokasi abrasi.''

1.800 Ha Hilang

Puluhan bis beton yang ditanam berkedalaman satu hingga dua meter tersebut diisi karung-karung plastik berisi pasir. Di belakang sabuk pantai dari bis beton itu dibangun anyaman bambu. ''Di sela-sela bangunan sabuk pantai dengan anyaman bambu yang berjarak dua meter nantinya akan diisi tanah yang digunakan sebagai media menanam ratusan bibit bakau. Selain swakelola masyarakat, dana pembangunan sabuk pantai juga diperoleh dari bantuan Pemprov Jateng,'' tuturnya.

Sampai saat ini, pihaknya telah berhasil merealisasikan pembangunan sabuk pantai sepanjang lebih kurang 325 meter. ''Keberadaan sabuk pantai cukup efektif untuk menahan abrasi. Dengan pembangunan sabuk pantai mampu menyelamatkan 48 hektare tambak dari ancaman abrasi.''

Di kawasan pantai Patebon secara keseluruhan membutuhkan bangunan sabuk pantai sepanjang 1.975 meter. ''Jadi, masih diperlukan pembangunan sabuk pantai sepanjang 1.650 meter, dengan dana Rp 2,7 miliar.''

Deputi VI Kementerian LH Ir Sudariyono didampingi Kepala Bapedal Pemprov Jateng Ir Joko Sutrisno mengemukakan, abrasi pantai terjadi di 13 kabupaten/kota di pesisir utara Jateng. ''Abrasi di pantura telah menghilangkan areal tambak mencapai 1.800 hektare. Di kawasan pantura juga terjadi penambahan daratan yang menjorok ke laut, karena sedimentasi yang jumlahnya mencapai 700 hektare.'' (G15-37v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA