| Senin, 31 Juli 2006 | SEMARANG |
Kemarau, Waspadai ISPA dan DiareBALAI KOTA - Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang menyatakan waspada terhadap dua penyakit musim kemarau, yakni infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan diare. Dua penyakit itu biasanya muncul pada daerah yang mengalami kekurangan air. ''Karena itu, masyarakat mestinya waspada dan membiasakan diri dengan pola hidup sehat. Penyakit bisa dicegah dengan konsumsi gizi yang seimbang, tidak harus empat sehat lima sempurna. Misalnya, kebutuhan bahan pokok nasi bisa diganti ubi atau yang lain,'' kata Kepala DKK dokter Tatik Suryati kepada wartawan, kemarin. Saat ini, lanjut dia, penyebaran dua penyakit tersebut merata di seluruh Kota Semarang, baik di daerah pantai maupun wilayah atas (perbukitan-Red). Bahkan, kendati belum ada angka yang mencolok, jumlah penderita cenderung meningkat. Meski demikian, pihaknya menilai kebutuhan obat di rumah sakit dan puskemas masih mencukupi. Dibandingkan dengan kasus demam berdarah (DB) beberapa waktu lalu, pihaknya menilai belum perlu menerapkan kejadian luar biasa (KLB) untuk kasus tersebut saat ini. Masalah penyakit, menurut dia, masih erat dengan kebiasaan penduduk Semarang yang kurang menerapkan pola hidup bersih. Karena itu, pihaknya akan bersama-sama dengan otoritas yang lebih rendah seperti RT/RW melakukan gerakan sosialiasasi dalam waktu dekat. Terutama untuk penyakit-penyakit yang diwaspadai baik pada musim kemarau maupun penghujan. Selain dua penyakit di atas, tutur dia, tifus dan DB akan menjadi salah satu sasaran gerakan. Dia mengemukakan, selama ini DB menjadi penyakit sepanjang tahun dan belum pernah kosong. Untuk itu, pencegahan semestinya mulai dilakukan saat ini dengan pembersihan lingkungan tempat tinggal. ''Pasien demam berdarah selalu ada, tidak pernah kosong,'' tandas dia. (H12-62v) |