| Senin, 31 Juli 2006 | SEMARANG |
Ruwatan Hindari SengkalaSALATIGA - Setelah berbagai acara dilakukan Pemkot untuk memperingati Hari Jadi Ke-1.256 Kota Salatiga, akhirnya puncak peringatan itu ditandai dengan acara ruwatan atau membersihkan diri dengan harapan terhindar dari sengkala (bencana). Ruwatan tersebut dipusatkan di Ruang Sidang Balai Kota Salatiga, selanjutnya dipindahkan ke Lapangan Pancasila, Sabtu (29/7). Ruwatan terdiri atas ruwatan bumi dan sukerta (kotoran). Untuk ruwatan bumi, empat kecamatan yang ada di Salatiga masing-masing membawa tumpeng berisikan segala uba rampe hasil bumi. Hal itu sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada Tuhan YME, sedangkan ruwatan sukerta kali ini diikuti 25 orang penyandang sukerta. Kepala Dinas Pariwisata, Seni Budaya dan Olahraga Salatiga Dra Dyah Puryati mengatakan, prosesi itu dimulai pukul 10.00 dari Ruang Sidang Balai Kota. Di tempat itulah tumpeng bumi sukerta yang dibawa keempat camat diserahkan kepada Wali Kota Salatiga yang diwakili Ketua Panitia Hari Jadi Salatiga Drs Cholil As'ad. Setelah pengemasan bumi sukerta oleh Wali Kota, selanjutnya tumpeng bumi sukerta itu diserahkan kepada dalang peruwat, yakni Ki Sulasdi dari Boyolali. Barulah dalang peruwat itu meletakkan bumi sukerta itu ke dalam jodhong. Selanjutnya Wali Kota secara simbolis menyerahkan singep seto (kain mori) kepada dalang. Selanjutnya seluruh penyandang sukerta memakai kain tersebut. ''Setelah selesai, barulah dari balai kota dengan diiringi pasukan ruwat, lalu berjalan menuju Lapangan Pancasila,'' kata Dyah. Berhubung kemarin merupakan puncak acara yang sekaligus penutupan rangkaian acara peringatan hari jadi, selama satu hari penuh dengan kegiatan. Seperti pada pukul 16.00, digelar pementasan wayang kulit dengan dalang cilik, Wikan dan Eko. Lakon yang dimainkan adalah ''Semar Boyong Mahkota''. Pada malam harinya, pukul 19.00, ada gelar budaya yang menampilkan beberapa kelompok seni dari beberapa daerah di Kota Salatiga. Sebagai penutup, sekitar pukul 21.00, diadakan pementasan wayang dengan dua dalang, yakni Ki Guno Minarno dan Ki Suyadi dengan lakon ''Semar Mbangun Gedhong Kencana''. (dky-56n) |