| Senin, 31 Juli 2006 | SEMARANG |
Dua Tewas, Tiga Belas Luka
SEMARANG BARAT - Kecelakaan yang mengakibatkan dua orang tewas di tempat terjadi di KM 11 Jalan Raya Mangkang-Kendal, Semarang, Minggu (30/7) sekitar pukul 01.30. Kecelakaan tersebut melibatkan bus PO Nusantara K-2869-HB, yang sarat penumpang, dengan truk trailer bermuatan lempengan baja. Peristiwa itu terjadi di depan SPBU Karanganyar, Mangkang. Kernet bus, Hartono (32), warga Jl Sidorejo Ngemplak Rt 1 RW 3, Ngemplak, Undaan, Kudus, dan seorang penumpang bus bernama Purwadi (29), warga Jl Sidorejo RT 1 RW 2 Desa Sidorejo, Kaliwungu, Kudus, meninggal di tempat kejadian. Sementara itu, sopir bus, Lilik Jatmiko (39), dan 12 penumpang luka berat ataupun ringan. Sebagian besar korban luka patah tulang di bagian kaki dan tangan. Mereka dilarikan ke tiga rumah sakit, yakni RS Mardi Rahayu Kudus, RSUP Dokter Kariadi Semarang, dan RS St Elisabeth Semarang. Kecelakaan tersebut terjadi diduga lantaran truk H-2401-HW, yang dikemudikan Mulyono (54), warga Jl Wonosari RT 2 RW 7, Kelurahan Wonosari, Ngaliyan, itu nggelondor ke tengah jalan saat diparkir di area SPBU. Ketika berada di tengah jalan tersebut, datang bus berkecepatan tinggi dari arah Jakarta. Sopir truk, Mulyono, diduga lupa memasang balok kayu untuk ganjal ban truk. Kondisi jalan di tempat dia memarkir truk menurun, sehingga truk meluncur tanpa kendali. Menurut keterangan saksi mata, Joko Priyono (21), karyawan SPBU Karanganyar, dia mengaku, mendengar suara ledakan cukup keras. Bersama tiga rekannya, yang pagi itu bekerja, segera berlari ke sumber suara. Dia tertegun ketika melihat sebuah bus melintang di tengah jalan, setelah menghantam trailer itu. Joko pun mendengar jeritan puluhan penumpang yang meminta pertolongan. Di antara penumpang, ada yang terjepit besi dan mengelurkan darah. Banyak pula yang luka patah tulang. "Kejadiannya cepat sekali. Saya melihat beberapa penumpang terkapar dengan luka parah. Bahkan, ada yang tergencet kerangka bus," katanya. Warga sekitar kemudian berdatangan dan memberi pertolongan. Mereka pula yang selanjutnya melapor ke polisi mengenai kecelakaan tersebut. Menunggu Forklift Sejumlah petugas Satlantas Polres Semarang Barat datang ke lokasi. Wakapolres, Kompol Suroso, dan Kasatlantas, AKP Nurwitomo, turut mengamankan lokasi dan mengevakuasi korban. Lalu lintas di jalur tersebut macet beberapa jam. Evakuasi korban ataupun kendaraan berjalan cukup lama, karena menunggu datangnya forklift untuk mengangkut lempengan baja, yang berserakan di tengah jalan. Untuk menghindari antrean panjang, lalu lintas dialihkan masuk ke area SPBU dan keluar melalui jalan yang menghungkan dengan jalan raya. Sekitar pukul 06.30, evakuasi selesai, lalu lintas pun kembali normal. Sementara itu, Mulyono, ketika dimintai keterangan di Mapolres, mengaku, dia tidak lupa memasang kayu penggajal ban truk. Dia juga mengaku sudah meng-hand rem truknya. "Seingat saya, hal itu sudah saya lakukan sebelum memarkir truk," ungkap Mulyono. Namun, dari keterangan polisi, saat diperiksa kayu ganjal tersebut berada di bak truk. Saat kecelakaan terjadi, dia mengaku, sedang tidur di rumahnya, tak jauh dari lokasi. Dia mengetahui kecelakaan itu dari salah seorang karyawan SPBU, yang berlari ke rumahnya, sesaat setelah kecelekaan terjadi. "Saya deleg-deleg dan tenger-tenger melihat kecelakaan tersebut. Kejadiannya kok bisa kayak gitu," ujarnya, saat ditemui di kantor polisi. (H21-18h) |