| Senin, 31 Juli 2006 | KEDU & DIY |
Forum Merti Dusun Rangkul Bank DanamonBantu Pendidikan Anak-anak Korban GempaYOGYAKARTA - Untuk membantu masyarakat korban gempa, khususny di bidang pendidikan, Forum Merti Dusun berhasil merangkul Bank Danamon meluncurkan Tabungan Merti Dusun (Tabungan Merdu). Peluncuran tabungan yang bunganya untuk membiayai sekolah anak-anak korban gempa di Yogyakarta itu, secara resmi kemarin diluncurkan di Yogyakarta. Nenurut Adji Anggono, Pimpinan Wilayah Bank Danamon Jateng dan DIY, Tabungan Merti Dusun sebagai wujud kepedulian terhadap korban gempa yang terjadi 27 Mei 2006 lalu dan meluluhlantakkan kawasan Yogyakarta dan sekitarnya. ''Tabungan ini kami luncurkan untuk mengakomodasi masyarakat yang ingin membantu masa recovery para korban bencana di Yogyakarta,'' kata Adji Anggono kepada Suara Merdeka. Dengan keberadaan Tabungan Merdu ini, tambah Adji, bisa memudahkan masyarakat yang ingin membantu atau memberi beasiswa kepada anak-anak korban gempa. ''Warga masyarakat bisa menabung, sekaligus membantu anak-anak korban gempa. Sebab bunga dari tabungan ini, nantinya yang akan digunakan untuk membantu pendidikan anak-anak korban gempa yang ada di Yogyakarta,'' katanya. Gerakan Sosial Tabungan ini merupakan tabungan yang 'diblokir', berupa paket senilai Rp 25 juta, berlaku selama 1000 hari atau tiga tahun. Bunga Tabungan Merdu ini sebesar enam persen, jadi setiap bulannya mendapat bunga sebesar Rp 100 ribu. Bunga inilah yang nantinya akan disumbangkan untuk program pendidikan yang akan dikelola Danamon dengan Forum Merti Dusun yang dipimpin GKR Pembayun atau putri sulung Sri Sultan Hamengku Buwono X. Terkait dengan itu, secara terpisah GKR Pembayun menjelaskan, bahwa Forum Merti Dusun merupakan gerakan sosial kultural. Di mana programnya adalah pemulihan Yogyakarta pascagempa yang beranggotakan beberapa elemen masyarakat. Gerakan ini berlangsung selama 1000 hari dengan slogan ''Guyub Rukun Mbangun Dusun). Untuk itu, Forum Merti Dusun melakukan gerakan di 9 titik dusun yang ada di wilayah Yogyakarta, antara lain Sleman, Bantul, Kulonprogo dan Kota Yogyakarta. ''Untuk menyelesaikan tugas ini, kami sangat membutuhkan banyak pihak. Dengan harapan masa recovery Yogyakarta bisa cepat terlaksana,'' ujar GKR Pembayun. (sgt-24) |