| Senin, 31 Juli 2006 | EKONOMI |
HIPMI CORNERDi Balik Sukses Sandiaga S UnoPADA usia yang masih terbilang muda, Sandiaga S Uno, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Pusat, telah membuktikan kemampuannya membangun jaringan usaha di Indonesia. Kesuksesan pria yang genap berusia 37 tahun pada 28 Juni lalu ini, terbukti pada jaringan usaha yang dipimpinnya. Setidaknya dia menjabat sebagai Presiden Direktur dan Direktur pada sembilan perusahaan. Di antaranya Presdir PT Alberta Communication dan PT Mitra Telecommunication. Di PT Dianlia, Sandi juga tercatat sebagai pemegang saham Adaro yang merupakan tambang batu bara terbesar di dunia. Selain itu, ia juga tercatat pendiri PT Saritoga Investama Sedaya (SIS), perusahaan yang fokus pada bidang investasi dan penyertaan modal langsung. Di perusahaan inilah, keunggulannya mengelola bisnis diakui banyak pihak. Didirikan pada 1998, saat minat berinvestasi anjlok lantaran tidak adanya kepastian politik, hukum, dan keamanan. Namun kini perusahaan itu berkembang pesat dan bergerak di sektor hasil bumi, batu bara, kehutanan dan infrastruktur. SIS masuk dalam jajaran 10 besar, berdampingan dengan Citigroup, Farallon, dan Temasek. Trik-trik pengelolaan bisnis Sandi, panggilan akrabnya, akan diulas secara tuntas pada program ''Hipmi Corner, Taktik Bisnis Pengusaha Muda'' yang ditayangkan TVB malam ini (31/7) pukul 20:00. Ia akan tampil selama satu jam bersama dengan Kukrit SW, Ketua Hipmi Jateng sekaligus Managing Director Suara Merdeka Group, untuk berbagi ilmu kepada pemirsa. Program yang dipandu presenter dan motivator Bayu Krisna ini ditujukan untuk membangkitkan semangat wirausaha kepada masyarakat luas. Sektor UKM Target program ini sama halnya prioritas yang ia kemukakan saat terpilih menjadi Ketua Umum Hipmi dalam Munas ke-12 di Medan 8-9 April 2005 silam. "Ada beberapa target yang menjadi prioritas saya sebagai Ketua Umum Hipmi, antara lain mendorong para industriwan muda, khususnya yang tergabung di Hipmi untuk bisa membentuk diri sebagai satu cluster kelas menengah baru," ungkapnya. Hipmi merupakan organisasi pengusaha muda berusia antara 20-41 tahun. Anggotanya berjumlah 25.000 orang yang tersebar di seluruh Indonesia, yang mayoritas bergerak di sektor usaha kecil dan menengah (UKM). Diharapkan program ini akan menciptakan wirausaha baru. Selama ini, generasi muda di Indonesia lebih tertarik untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS) dengan persentase sebesar 68%, pegawai swasta (25%), dan sebagai wirausaha hanya 7%. ''Pembicara yang tampil akan menularkan ilmunya kepada semua kalangan yang berminat untuk menjadi wirausahawan sukses,'' kata Kukrit. (Moh Anhar-33) |