| Senin, 31 Juli 2006 | BUDAYA |
Antara Jazz dan FotografiAPA simpul yang menghubungkan jazz dan fotografi? Jika pertanyaan itu dilontarkan kepada maestro jazz Bubi Chen, dia akan menjawab dengan satu kata: estetika. Namun apa hubungan pertanyaan itu bagi Bubi? Ternyata selain bermain musik, dia juga menggemari fotografi. Tentu saja sepak terjangnya di dunia potret-memotret tak mengungguli kebisaannya memainkan tuts-tuts piano. Namun bukan berarti Bubi tak serius menggeluti hobi itu. Di sela-sela kesibukan bermain musik, dia kerap berkeliling ke berbagai daerah untuk memburu objek foto menarik. Dia juga tercatat sebagai anggota Persatuan Fotografer Surabaya (PFS). Pernah suatu ketika, musikus kelahiran Surabaya, 9 Februari 1938, itu memburu foto bersama beberapa fotografer senior dari Kota Buaya ke Madura. Di tengah perjalanan, mobil mereka tergelincir. Akibatnya, tangan yang menjadi modal utama dia bermusik terluka. Untung, hal itu tak berpengaruh buruk pada kariernya. Hingga kini luka memanjang berhias jahitan itu masih tampak jelas di punggung tangan kanannya. ''Untunglagi, ada warga masyarakat mengenali saya. Mereka mengaku tahu saya dari televisi. Selamat deh tuh kamera Leica, ha-ha-ha,'' ujar dia. Peristiwa itu tak membuat Bubi jera. Lelaki yang disebut-sebut sebagai salah seorang musikus jazz terbaik di Asia itu tetap mencintai fotografi. Dia terus memburu objek-objek keindahan alam dan human interest yang disukai. Beberapa kali pula dia menampilkannya dalam pameran. (Rukardi-53) |