logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Juli 2006 BUDAYA
Line

Penghormatan bagi Mozart

Wolfgang Amadeuz Mozart adalah ikon musik klasik paling tipikal. Popularitas sebagai musikus melampaui batas geografis dan zaman. Untuk memperingati 250 tahun kelahirannya, para penggemar di Semarang menggelar ''Repertoar Konser 250 Tahun Mozart'' di Ballroom Hotel Grand Candi, Sabtu (29/7) malam. Sekitar 300 orang hadir dalam perhelatan yang digagas Wisma Musik Semarang itu.

Mereka mengenang kebesaran musikus genius berkebangsaan Austria itu dengan menikmati nomor-nomor gubahan yang dimainkan sekitar 80 musikus dan penyanyi.

Kuartet Grace Vania Arni, Stevie Kristiadi Setiadarma, Ivena Valencia Anviani, dan Kevin Yonathan Salim membuka perhelatan dengan Minuett in F from Der Junge Mozart. Mereka memainkan nomor-nomor itu dengan piano.

Berikutnya Danielle Karen Widjaja, Sarah Nathania Purnomo, Jeremia Nathanael Purnomo, dan Joshua Nathanael Purnomo memainkan nomor serupa dalam B Flat. Bagai bernostalgia, para pengagum Mozart menikmati sajian demi sajian dengan penghayatan mendalam. Tak cuma orang tua, banyak di antara mereka masih belia.

Selain piano, beberapa komposisi Mozart juga dimainkan dengan biola. Seperti Concerto in D Major oleh Adrian Hartanto Ichsan, Concerto in G Major KV 216 Bagian III oleh Betty Tjokroseputro.

Memukau

Adapun Esther Victorina Hartanto membawakan Porgi Amor from Opera Le Nozze di Figaro dengan lantunan vokal. Begitu pula Yulius Istarto dengan Aria Dies Bildnissist Bezanbernd Schon from Die Zauberflote.

Paduan Suara Pesparawi Jawa Tengah menyajikan Ave Verum Corpus dan Gloria in Excelsis in C Major from 12th Mass dalam kor yang memukau.

Konser dilangsungkan secara akustik, tanpa dukungan peralatan suara sama sekali. Hal itu untuk menghidupkan roh karya Mozart. Tak ayal, suasana Eropa abad ke-16 pun bagai melingkupi ruang pertunjukan.

Nomor-nomor populer lain yang ditampilkan antara lain Rondo from Sonata in C, K.19d (kuartet piano), Eine Klein Nacht Musik (duet piano), Fantasie in D Minor KV 397, Preledium KV 394, Concerto in D Minor KV 511, Concerto in D Minor KV 466 Bagian II, dan Sonata Facile KV 545 Bagian 1,2,3. Tepuk tangan panjang selalu terdengar setiap kali sebuah repertoar berakhir.

Dalam khazanah musik klasik, Mozart adalah salah seorang musikus genius. Saat menghirup udara dunia pada 1756, Mozart langsung bersentuhan dengan musik. Johann Georg Leopold Mozart, sang ayah, mendidik dia dengan segenap perhatian.

Hasilnya, berumur empat tahun dia telah mampu memainkan harpsichord dan mengimprovisasi karya-karya musik pendahulunya. Setahun kemudian dia menulis komposisi yang pertama.

Bakat luar biasa itu memukau Raja Bayern dan Ratu Maria Theresia. Popularitas Mozart makin menjulang dalam konser tiga tahun di dua kota, Paris (1763, 1765) dan London (1764-1765). Di tempat-tempat itu Mozart mengadakan konser di hadapan para raja dan diuji oleh mereka.

Pada 5 Desember 1791, musikus ajaib itu meninggal dunia. Namun hingga kini karya-karyanya tetap lestari dan dikenang. (Rukardi-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA