| Senin, 24 Juli 2006 | SALA |
Meriah, Kirab Boyong KlithikanSOLO - Upacara kirab boyong klithikan dari Monumen Banjarsari ke Pasar Klithikan Notoharjo Semanggi siang kemarin menjadi hiburan menarik bagi warga Solo. Sejak pukul 12.00, ribuan warga memenuhi ruas jalan yang bakal dilewati iring-iringan kirab, meski prosesi baru dimulai pukul 14.00. Wali Kota Joko Widodo yang menunggang kuda berada di urutan paling depan, didampingi wakilnya FX Hadi Rudyatmo dan jajaran Muspida kota. Di belakangnya diikuti jajaran pejabat teras di lingkungan Pemkot serta anggota DPRD Surakarta, yang masing-masing juga mengendarai kuda. Puluhan prajurit keraton juga ikut mengiringi prosesi itu, diikuti di belakangnya rombongan drum band dari sejumlah sekolah, paguyuban PKL, becak budaya, dan gamelan. Adapun siswa sekolah yang dilewati kirab diminta ikut menyambut iring-iringan kirab. Rute kirab dimulai dari Monumen Banjarsari - Warung Pelem - Jl Urip Sumoharjo - Jl Jendral Sudirman - Gladag - Jl Mayor Sunaryo, Jl Kapten Mulyadi - perempatan Baturono - Jl Kyai Mojo - Jl Serang - Pasar Klithikan Notoharjo. Kirab boyong klithikan yang dihadiri Gubernur Jateng H Mardiyanto itu, memang sengaja dibuat bernuansa kejawen. Menurut Kepala Kantor Pengelolaan PKL Bambang Santosa Wiyono SH, hal ini dimaksudkan untuk mengenalkan lokasi baru kepada warga Solo, bahkan ke tingkat nasional. Dalam peresmian itu, Wali Kota menyerahkan secara simbolik surat izin usaha perdagangan (SIUP), surat hak penempatan (SHP), surat izin perusahaan (SIP), dan tanda daftar perusahaan (TDP) kepada perwakilan pedagang. Juga diserahkan bantuan kredit bergulir sebesar Rp 200 juta kepada koperasi PKL. Selain itu, juga diserahkan sertifikat hak milik atas lahan di RT 1 RW VII Silir Kelurahan Semanggi kepada 10 warga bekas eks resosialisasi Silir.(G13,hsn-50) |