logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 24 Juli 2006 SALA
Line

Pemkot Janji Bersikap Tegas terhadap PKL

SOLO - Wali Kota Joko Widodo akan mengambil sikap tegas bagi pedagang kaki lima (PKL) di Solo yang enggan ditertibkan. Sebaliknya, Pemkot akan memberikan kemudahan berusaha bagi yang bersedia ditertibkan.

Sementara itu Gubernur Jateng H Mardiyanto berjanji akan membantu proses rehabilitasi Monumen 45 Banjarsari pascarelokasi PKL ke Pasar Klithikan Notoharjo Semanggi. Tak hanya itu, Gubernur juga bersedia membantu memberikan permodalan kepada pedagang sektor informal di Solo.

Berbagai kemudahan yang diberikan Pemkot, kata Wali Kota, di antaranya pemberian surat izin usaha perdagangan (SIUP), surat hak penempatan (SHP), surat izin perusahaan (SIP), dan tanda daftar perusahaan (TDP) pada 989 pedagang yang sebelumnya menempati Monumen 45 Banjarsari.

''Itu sudah menjadi tugas Pemkot untuk melayani masyarakat, karena Pemkot bukanlah penjual jasa melainkan pemberi jasa. Kami juga membantu permodalan dalam jumlah tidak sedikit, Pemkot sebesar Rp 200 juta. Gubernur juga siap membantu sekian miliar, Pemerintah Pusat juga sekian miliar,'' kata dia tanpa bersedia memerinci jumlah yang dimaksud.

Wali Kota menegaskan, pembangunan pasar yang menelan biaya Rp 5,125 miliar itu bukan termasuk kategori penggunaan anggaran belanja. Lebih dari itu, dana yang sudah dikeluarkan tersebut dianggap sebagai anggaran investasi, mengingat Pemkot akan mendapatkan kembalian dari aktivitas perdagangan yang bakal berlangsung.

''Pasar Notoharjo ada return-nya, jadi apa yang dilakukan Pemkot ini bukan sebagai penggratisan kepada pedagang. Sebab pasar ini menjadi aset Pemkot, dengan mengangkat potensi yang sudah ada -dalam hal ini sektor informal- yang sudah digeluti para pedagang.''

Pada bagian lain, Gubernur mengakui penertiban PKL bukan hal yang mudah. Sebab keberadaan PKL yang terkesan kumuh biasanya menimbulkan masalah baik antara Pemkot dengan warga PKL, maupun antarwarga masyarakat sendiri.

''Langkah Pemkot merupakan langkah yang tepat. Sebab keberadaan mereka sudah seharusnya mendapat perhatian, karena bisa mendukung perkembangan ekonomi warga yang ingin menambah penghasilannya.''

Gubernur berharap Monumen 45 Banjarsari bisa segera direhabilitasi sehingga bisa menjadi area publik yang memunculkan identitas kota Solo sebagai kota perjuangan. ''Gubernur nanti siap membantu, kalau diperlukan nanti Solo akan diberi. Sehingga lapangan Banjarsari nanti bisa menjadi area publik, yang anak-anak kita juga bisa memanfaatkan untuk rekreasi dan sebagainya.'' (G13-67)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA