| Senin, 24 Juli 2006 | NASIONAL |
"Lindungi Anak dari Kekerasan"JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi anak-anak Indonesia, terbukti dengan berhasilnya anak Indonesia memperoleh kemenangan dan penghargaan tertinggi pada Olimpiade Fisika Internasional di Singapura beberapa waktu lalu. ''Juga penghargaan yang diperoleh anak Indonesia pada kompetisi seni teater anak di Eropa. Kita bangga menjadi orang tua anak-anak Indonesia,'' kata Presiden ketika memberikan sambutan pada Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di TMII, Minggu kemarin. Dalam acara itu, Presiden SBY menyerahkan pohon, buku lagu serta kaset yang berisi lagu-lagu anak-anak Indonesia karya Siwi Purnomo serta penghargaan kepada Pemimpin Muda Indonesia 2006, pemenang lomba jurnalistik pendidikan anak usia dini, di antaranya Bambang Trisubeno (Suara Merdeka-Red) sebagai pemenang kedua. Beberapa menteri tampak hadir dalam acara ini, antara lain Mendiknas Bambang Sudibyo, Menneg Pemberdayaan Perempuan Meuthia Hatta, Menkes Siti Fadillah Supari, Menneg Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault serta Menneg PDT Saifullah Yusuf. Dengan memperingati Hari Anak Nasional setiap tahun, Kepala Negara berharap, anak-anak Indonesia akan selalu memperoleh hak-haknya dan mengetahui kewajiban-kewajibannya, sehingga mereka bisa menjadi anak yang soleh, cerdas, dan terampil. Perlindungan Presiden menegaskan, anak Indonesia perlu mendapatkan perlindungan dari tindakan kekerasan dan diskriminasi. Karena itu pemerintah benar-benar memberi perhatian kepada anak-anak. Melalui Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, pemerintah berusaha melindungi hak-hak anak yang merupakan hak asasi manusia dengan landasan hukum yang kuat. Salah satu upaya untuk mempersiapkan masa depan mereka itu, lanjut Presiden, adalah dengan memberikan pendidikan yang baik, karena pendidikan adalah modal utama. Pemerintah menyadari pendidikan amat penting bagi anak-anak. Karena itu program wajib belajar 9 tahun terus diupayakan agar anak Indonesia dapat mengikuti pendidikan dasar. Diakui, perangkat hukum tentang perlindungan dan kesejahteraan anak sudah cukup memadai, namun instrumen-instrumen yang mengikutinya belum berjalan dengan sepenuhnya untuk menjamin perlindungan dan penegakan hak anak. ''Kita masih menyaksikan pelanggaran terhadap hak anak baik yang terungkap maupun tersembunyi. Pemerintah akan terus mendorong Komisi Perlindungan Anak Indonesia untuk memberi perlindungan dan bantuan kepada anak-anak yang mengalami masalah. Saya pun mendorong terbentuknya Komisi Perlindungan Anak Indonesia di daerah-daerah.'' Peringatan Hari Anak Nasional 2006 tersebut bertema ''Aku Bangga Menjadi Anak Indonesia'' dengan sub tema ''Anak Indonesia Sehat Cerdas Bercita-cita Tinggi dan Berakhlak Mulia.'' Ketua Panitia Peringatan Hari Anak Nasional Maftuh Basyuni yang juga Menteri Agama dalam laporannya mengatakan, tujuan diadakannya acara Hari Anak Nasional ini adalah untuk meningkatkan kesadaran, menyebarluaskan info tentang anak-anak Indonesia agar hidup sehat, cerdas, dan ceria. (di-49v) |