logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 24 Juli 2006 NASIONAL
Line

Fatayat Usul Konbes NU Bahas Perdagangan Perempuan

JAKARTA - Trafficking atau perdagangan perempuan dan anak belakangan ini semakin merebak, tapi belum banyak yang menyadarinya, termasuk kalangan agamawan. Fatayat NU yang telah lama bergerak dalam pencegahan masalah tersebut mengusulkan agar tema itu dibahas dalam Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Surabaya, 27-30 Juli mendatang.

''Banyak pihak kurang menyadari masalah trafficking karena mereka beroperasi di balik pemberangkatan pekerja legal ke luar negeri,'' kata Ketua Umum PP Fatayat NU Maria Ulfa Anshor di kantor PBNU, Sabtu lalu.

Dikatakannya, korban trafficking itu 99,99 % adalah warga NU karena mereka sebagian besar berasal dari daerah pedesaan. Kurangnya pengetahuan tentang arti trafficking tersebut telah menyebabkan beberapa kiai atau pesantren terlibat dalam upaya percaloan tanpa mereka sadari.

Dia menjelaskan, Fatayat siap memberikan materi-materi penting tentang trafficking, mendatangkan para ahli ataupun testimonium dari para korban. Sebelumnya, mereka telah melakukan sosialisasi gerakan anti-trafficking ke berbagai pesantren di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Menurut Maria Ulfa, usulan tersebut mendapat dukungan dari beberapa pihak, salah satunya dari Dr Bina Suhendra, pengurus Lembaga Pelayanan Kesehatan Nahdlatul Ulama (LPKNU). Dikatakan, perkembangan masalah trafficking sedemikian pesat di tingkat dunia, tapi belum secara serius ditangani. ''Kalau masalah narkoba sudah ada BNN-nya, trafficking kan belum ada badan khusus yang menanganinya,'' katanya. (di-49n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA