logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 24 Juli 2006 NASIONAL
Line

Israel Serang Minibus Pengungsi


SM/afp POSTER PEMIMPIN HIZBULLAH:Seorang pria Lebanon menunjukkan poster pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah di tengah puing-puing sejumlah gedung yang hancur akibat serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, kemarin.(26)

BEIRUT - Pesawat-pesawat tempur Israel secara membabi buta menyerang sebuah minibus yang membawa para pengungsi di Lebanon selatan Minggu kemarin. Tiga orang tewas akibat serangan udara itu.

Israel menyatakan akan menerima pasukan internasional pimpinan North Atlantic Treaty Organisation (NATO) untuk menjaga perdamaian di wilayah perbatasan Israel-Lebanon. Sementara itu, serangan roket Hizbullah menewaskan dua warga sipil di Israel utara.

Seorang anggota tim pemantau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga terluka akibat serangan Hizbullah. Layal Nejim (23), fotografer majalah Al-Jaras Lebanon, tewas ketika rudal Israel menghantam taksi yang dia tumpangi di Lebanon selatan.

Nejim merupakan jurnalis pertama yang tewas dalam konflik Israel-Lebanon yang berlangsung sejak 12 Juli lalu. Sopir taksi itu selamat.

Pukul Mundur

Pejabat tinggi PBB yang berkunjung ke Beirut menyatakan, miliaran dolar dibutuhkan untuk memperbaiki kerusakan akibat perang tersebut.

Pasukan darat Israel kemarin kembali berupaya menerobos perbatasan Lebanon. Namun Hizbullah berhasil memukul mundur pasukan Israel. Sehari sebelumnya, pasukan darat Israel terpaksa mundur setelah mendapat perlawanan sengit Hizbullah.

Menteri Pertahanan Israel Amir Peretz berkilah bahwa serangan darat ke Lebanon bukan dalam bentuk invasi, melainkan serangkaian penyerbuan terarah ke sasaran-sasaran terbatas.

Dia menambahkan, Israel akan menerima kehadiran pasukan internasional yang bersifat temporer untuk mengusir Hizbullah dari perbatasan Israel-Lebanon. Negara Yahudi itu lebih menyukai pasukan asing tersebut dipimpin oleh NATO.

Untuk kali pertama sejak agresi 12 Juli lalu, Israel menyerang kota pelabuhan Sidon di Lebanon selatan kemarin. Serangan itu merusak tempat ibadah dan melukai empat warga sipil.

Bom Pabrik Tekstil

Lebih dari 35.000 orang telah mengungsi dari Sidon ke Lebanon utara sejak perang terbuka pecah. Dalam serangan udara kemarin, Israel juga mengebom sebuah pabrik tekstil di Kota Al-Manara. Wali Kota Al-Manara Ali Rahal mengatakan satu orang tewas dan dua lainnya luka-luka akibat serangan itu.

Serangan ke minibus yang membawa 16 pengungsi dari Desa Tairi menuju Kota Tyre. Aparat keamanan Lebanon menjelaskan, minibus itu dihantam rudal saat melewati jalan di dekat Desa Yaatar.

Tiga orang tewas seketika dan 13 lainnya terluka. Korban luka-luka telah dibawa ke rumah sakit di Tyre.

Televisi Lebanon melaporkan, sedikitnya empat orang tewas akibat serangan udara di wilayah selatan. Selain itu, 45 orang terluka setelah pesawat-pesawat tempur Israel menyerang desa-desa di sekitar Tyre.

Sejauh ini, gempuran Israel telah menewaskan sedikitnya 375 orang. Sebagian besar korban adalah warga sipil. Korban tewas di pihak Israel mencapai 36 orang (19 di antaranya adalah serdadu).

Pihak PBB menyatakan, korban yang terluka akibat serangan Hizbullah adalah Roberto Punzo, staf asal Italia. Dia telah diterbangkan dengan helikopter ke rumah sakit Haifa untuk mendapatkan pengobatan. Lukanya tidak parah.(ap-ben-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA