logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 24 Juli 2006 NASIONAL
Line

Pertandingan Ditunda, Penonton Ngamuk

  • Dimainkan Hari Ini, Gratis

RUSAK GAWANG: Ribuan pendukung PSIS Semarang, Minggu (23/7), mengamuk di Stadion Moh Sarengat, Batang karena pertandingan terakhir babak delapan besar Liga Indonesia 2006 antara PSIS melawan Persiba Balikpapan ditunda. Kemarahan suporter dilampiaskan di antaranya dengan merusak gawang. (57v)

BATANG- Ribuan pendukung PSIS Semarang, Minggu (23/7) kemarin mengamuk di Batang. Kekecewaan karena pertandingan terakhir babak delapan besar Liga Djarum Indonesia 2006 antara timnya versus Persiba Balikpapan ditunda, dilampiaskan dengan cara menghancurkan fasilitas Stadion Moh Sarengat.

Jaring gawang dan puluhan board sponsor habis dibakar. Kaca-kaca stadion dipecahi, bench pemain cadangan dirobohkan. Kursi-kursi tribune VIP yang dihuni tamu undangan hancur tak bersisa. Kaca mess pemain Persibat Batang yang masih berada dalam kompleks stadion juga tak luput dari penghakiman para suporter.

Genting dihujani batu. Umbul-umbul dilepas, bambunya dipakai untuk merusak genting-genting yang tak pecah oleh lemparan batu. Anak-anak Balikpapan terjebak beberapa jam di dalam stadion. Mereka bahkan harus berlindung di balik kursi dan meja di ruang ganti, karena kaca-kaca ruangan itu terus dilempari batu oleh penonton yang beringas. Tim berjuluk Beruang Madu tersebut baru dievakuasi menjelang pukul 19.00, di bawah pengawalan superketat polisi, tentu saja setelah stadion sepi.

Sedikitnya jumlah petugas keamanan (polisi dan tentara) dalam pertandingan tersebut, membuat kerusuhan sulit dikendalikan. Beruntung tidak ada korban jiwa. Aksi kerusuhan juga tak merembet ke luar stadion.

Namun, penonton terus berteriak-teriak meminta uang tiketnya dikembalikan. Mereka baru bersedia meninggalkan stadion setelah panitia pertandingan mengumumkan bahwa duel antara kedua tim akan diulang Senin (24/7) sore ini tetap di Stadion Moh Sarengat, dan gratis tanpa tiket.

Penonton Meluber

Suasana mencekam sebenarnya telah terlihat sejak sekitar setengah jam sebelum pertandingan digelar. Ketika itu, ribuan suporter PSIS yang tak tertampung nekat memasuki stadion. Ada yang memaksa masuk lewat pintu resmi, sebagian besar lainnya melompati pagar stadion yang tingginya memang hanya sejangkauan tangan orang dewasa.

Akibatnya, daya tampung Stadion Moh Sarengat yang hanya sekitar 8.000 penonton, menjadi jauh dari memadai. Jumlah pendukung Laskar Mahesa Jenar, ditambah kelompok pendukung Persibat Batang (Roban-Mania) yang ikut memberikan suport, mencapai lebih dari 20 ribu. Perlahan-lahan, para suporter itu merangsek maju.

Awalnya, satu-dua dari mereka melompati pagar pembatas lapangan. Karena satu-dua suporter yang melompat itu tak dihalau keluar oleh petugas, lainnya ikut-ikutan. Ribuan suporter kemudian berebut duduk di sintleban. Aksi lompat pagar terjadi bergelombang hingga sintleban stadion yang tak begitu lebar benar-benar penuh sesak oleh penonton. Di sektor timur, penonton bahkan terlihat duduk-duduk di atas board sponsor.

Kondisi itu jelas menggangu konsentrasi pemain kedua tim yang akan bertanding. Kubu Persiba Balikpapan protes dan menolak bertanding. Badan Liga Indonesia (BLI) tidak berdaya menghadapi protes tersebut, karena faktanya penonton memang meluber hingga daerah terlarang.

Negosiasi yang dilakukan berkali-kali oleh tiga kubu: PSIS, Persiba, dan BLI tidak membuahkan hasil. Hingga pukul 15.30 saat kick-off seharusnya dilakukan, tiga pihak itu belum mencapai kesepakatan. Suporter mulai gerah. Upaya polisi menggunakan anjing K-9 untuk mengusir penonton yang ada di sintleban sudah terlambat. Mereka tak lagi terbendung.

Ketika manajer PSIS Yoyok Sukawi membujuk agar penonton kembali ke tribune, juga tak ada reaksi. Bahkan saat seluruh pengurus Panser Biru dan Snex dikerahkan untuk membujuk penonton agar keluar dari sintelban, tidak digubris. Ribuan fans tetap bertahan. Setelah itu, penonton hanya bisa menunggu tiga pihak yang berkompeten terus bernegosiasi.

Mulai Marah

Hingga pukul 16.15, negosiasi tetap saja nihil. Penonton mulai marah. Terjadi satu-dua lemparan botol air mineral ke lapangan. Seorang pengawal Bupati Batang H Bambang Bintoro SE ikut terkena lemparan di punggungnya. Kondisi berubah mencekam.

Melihat suasana panas itu, Kapolres Batang AKBP Muhari SH mengambil sikap bijak. Dia memberi jaminan keamanan secara tertulis kepada Persiba Balikpapan. Kubu Persiba akhirnya luluh. Sekitar pukul 16.40, para pemain Persiba yang semula menolak turun lapangan, akhirnya bersedia mengambil tempat di pintu masuk pemain.

Penonton pun bersorak-sorai ketika kedua kesebelasan memasuki lapangan. Wasit juga siap. Bendera fair play dikibarkan. Namun ketika itu mendadak ada informasi via telepon dari panitia di Solo bahwa Arema Malang -yang akan bertarung melawan Persik Kediri di Stadion Manahan Solo pada waktu bersamaan- menolak bertanding.

Akibatnya, pertandingan di Batang pun tak jadi dilanjutkan. Pemain yang sudah berada di lapangan kembali ditarik. Penonton langsung marah besar. Botol minuman air mineral beterbangan. Pagar pembatas di beberapa bagian dirobohkan. Setelah itu, tanpa dikomando, ribuan suporter merangsek ke tengah lapangan.

Polisi sampai kewalahan melindungi para pemain Persiba dari amarah penonton. Para pemain asing tim Beruang Madu itu -Rodrigo Mendoza, Lorenzo Cabanas, Robbie Gaspar, dan Sebastian Balbi segera berlari ke bench pemain PSIS untuk mencari selamat. Mereka kemudian dievakuasi ke ruang ganti di bawah perlindungan polisi berperisai. Selepas itu, rusaklah Stadion Moh Sarengat.

Pertandingan terakhir Grup Solo yang dihuni PSIS, Arema, Persik, dan Persiba, memang harus dilaksanakan secara serentak. Itu sebabnya partai PSIS versus Persiba dipindah ke Batang agar bisa bersamaan waktunya dengan pertandingan di Stadion Manahan Solo. Pertandingan itu sangat menentukan nasib seluruh tim.

Persik memimpin klasemen dengan nilai empat, Arema (3), PSIS (3) dan Persiba (1). Arema dan PSIS membutuhkan kemenangan untuk bisa lolos ke semifinal, sementara Persik cukup dengan hasil seri. Persiba juga bisa lolos meski berat, karena harus menang sedikitnya dengan selisih empat gol atas PSIS. (F3, H4,ar-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA