| Senin, 24 Juli 2006 | MURIA |
Persiku Dirugikan Calo saat Rekrut Pemain AsingKUDUS - Belum berpengalaman dalam proses perekrutan pemain asing, Persiku Kudus pun sering dirugikan oleh para calo. Pengurusan perizinan memakan waktu lama dan kualitas pemain bersangkutan ternyata biasa-biasa saja. ''Kami baru periode ini memakai pemain asing. Terus terang, kami belum berpengalaman mengenai hal itu,'' kata Asisten Menejer Persiku H Eddy Yussuf, Minggu (23/7). Para calo pemain kebanyakan datang dari Jakarta dan Surabaya. Persiku harus merogoh kocek dalam-dalam akibat ulah mereka. ''Kami habis uang banyak, gara-gara mendapatkan pemain asing lewat calo,'' tambahnya. Berdasarkan pengalaman selama mengikuti kompetisi Divisi I PSSI 2006, pihaknya pada masa mendatang akan langsung mendatangi agen, bila membutuhkan pemain asing. Dengan demikian, diharapkan pengeluaran dapat ditekan, sementara proses perekrutan takkan memakan waktu lama. ''Terus terang kami sudah habis dana banyak akibat ulah calo,'' tandasnya, tanpa menyebut suatu angka. Menurutnya, kehadiran pemain asing di kompetisi Divisi I sebaiknya dikurangi atau bahkan ditiadakan saja. Sebab, selain menghabiskan devisa, prestasi tim belum tentu terdongkrak. ''Kami sudah mengusulkan hal ini ke BLI, namun tak digubris,'' ujarnya.Penasihat Persiku, HM As'ad, pernah melontarkan kritik tajam atas pemilihan pemain, khususnya pemain asing. Dikatakannya, kualitas pemain memadai. ''Itu karena proses perekrutannya seperti membeli kucing dalam karung,'' katanya. (H8-58) |