logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 24 Juli 2006 MURIA
Line

"Dokter, Perut Saya Kok Krenyut-krenyut"

MATAHARI bersinar cerah. Angin berembus sepoi-sepoi menambah suasana teduh di halaman Puskesmas Mlonggo 1, Kecamatan Mlonggo, Jepara. Akan tetapi, tak semua orang dapat menikmati suasana pagi nan indah itu. Alih-alih gembira, sirat ketegangan justru tersirat jelas di wajah-wajah perempuan yang duduk di depan ruang pemeriksaan papsmear.

Rasa malu, takut, dan bingung menghantui wanita-wanita yang sebagian besar berjilbab itu. Pasalnya, pemeriksaan papsmear itu merupakan pengalaman pertama bagi sebagian wanita tersebut. Kegiatan yang diselenggarakan Sabtu (22/7) di Puskesmas Mlonggo 1, Kecamatan Mlonggo, Jepara, itu diselenggarkan dalam rangka Dies Natalis Ke-49 Undip.

Usai memeriksakan diri, sirat ketegangan tak juga sirna. Beberapa orang terlihat pucat, karena menahan rasa takut. "Tadi waktu diperiksa, saya ketakutan setengah mati waktu dokter bilang, 'lebih dalam lagi'. Nggak tahu apanya yang lebih dalam,'' tutur Sayadah (48), warga Kelurahan Jambu, Kecamatan Mlonggo, yang turut memeriksakan diri.

Rasa malu juga dirasakan ibu empat anak itu selama pemeriksaan dilakukan. Sebab, dokter yang mengambil sampel spesimen dari alat kelaminnya adalah seorang laki-laki. Kendati demikian, Sayadah berusaha membuang jauh-jauh perasaan itu.

"Kesehatan tetap lebih penting. Lagi pula dokternya sudah minta izin terlebih dahulu sebelum memeriksa,'' ungkapnya tersenyum malu. Selain memeriksa, wanita-wanita tersebut juga dapat berkonsultasi seputar permasalahan reproduksi.

Agaknya konsultasi tersebut dimanfaatkan benar oleh mereka. Mulai dari keluhan rasa sakit akibat menstruasi hingga permasalahan yang timbul seputar hubungan suami-istri, mereka tanyakan kepada dokter.

"Dokter, pada bagian bawah perut saya kok sering sakit sekali ya? Rasanya krenyut-krenyut,'' keluh Punisih (38), warga Desa Slagi, Kecamatan Mlonggo, kepada dokter. Setelah diperiksa, ternyata dia menderita peradangan.

Cegah Kanker

Pemeriksaan papsmear sendiri, menurut dokter Adiono SpOG, bertujuan untuk mendeteksi terhadap penyakit kanker mulut rahim. Melalui pemeriksaan tersebut, akan diketahui sejak dini keberadaan penyakit itu.

"Karena pada awal penyakit, kanker mulut rahim tidak menimbulkan gejala,'' kata dia.

Kanker mulut rahim, dia menambahkan, termasuk penyakit yang angka kematiannya tinggi. Banyak faktor yang menjadi penyebab munculnya penyakit yang hanya menyerang kaum wanita itu. Salah satunya adalah kebiasaan berganti pasangan.

"Wanita yang sering berganti pasangan memiliki kemungkinan terserang lebih besar. Sebab, belum tentu pasangan mereka tersebut bebas dari penyakit,'' papar dia.

Selain itu, jarak kelahiran yang terlalu dekat juga menjadi faktor penyebab. Jarak yang terlalu dekat itu mengakibatkan kerusakan alat reproduksi. "Hal itu bisa dicegah dengan program KB,'' tegasnya. (Roosalina-17h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA