logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 24 Juli 2006 MURIA
Line

Benalu Berbentuk Gorila Ditawar Rp 40 Juta

  • Ada Juga yang Mirip Kuli Panggul

BIARKAN benalu hidup, jangan dihinakan, kalimat yang tertulis dari potongan kertas berwarna hijau dengan dasar biru itu tertempel di dinding ruang tamu rumah Muhammad Herry Tri (41).

Ruang tamu di sebuah rumah di Desa Janggalan Ngelo, Kecamatan Kota, Kudus, itu memang terasa beda dengan kehadiran beberapa tanaman benalu yang berbentuk macam-macam.

"Saya mendapatkannya sudah dalam bentuk seperti itu, jadi saya tidak membuat-buat," papar Herry saat ditanya tentang koleksi benalunya yang unik.

Dia mengaku, pertama kali menekuni minatnya untuk mengamati tanaman benalu tersebut pada Februari 2005. "Saat itu, saya melihat pohon mangga milik tetangga yang ada benalunya ditebang. Setelah saya amati, benalu yang menempel tersebut ternyata memiliki bentuk unik," kata mantan carik itu. Dia berhasil menemukan benalu berbentuk kanguru, semut, dan kuli panggul.

Tidak Semua Pohon

Hingga sekarang, Herry mengaku sudah menemukan kurang lebih 49 benalu, yang bentuknya mirip dengan sosok buaya, gorila, dan manusia, dengan berbagai pose.

"Tidak semua pohon bisa ditemukan benalu yang bentuknya mirip dengan beberapa sosok itu," terangnya sambil menceritakan, dia pernah mengamati sebuah pohon yang banyak benalu, tapi tidak mendapatkan satu pun bentuk.

Selama ini, dia hanya berhasil menemukan benalu-benalu itu pada pohon mangga dan randu. Dia mengatakan, setelah menemukan benalu yang mirip dengan sosok tertentu itu, dia akan memotongnya, kemudian mencuci dengan air bersih. "Setelah itu, saya bersihkan sambil mengamati lagi, apakah kulit benalu itu kuat atau tidak," jelasnya.

Untuk memperkuat kulit benalu yang lemah biasanya dia menambahkan cat khusus di atasnya. Kekuatan kulit itu, menurutnya, berpengaruh kepada daya tahan benalu untuk disimpan.

Sementara itu, benalu yang tidak bisa berdiri sengaja dia tempelkan di sepotong kayu. Kayu tersebut berfungsi sebagai pondasi untuk berdiri.

Herry juga menambahkan, benalu sebetulnya bersifat setengah parasit. "Meskipun dia menempel di tanaman lain, tapi benalu punya daun sendiri untuk berfotosintesa,'' tuturnya.

Baginya, benalu adalah tanaman yang berguna bagi banyak makhluk hidup, seperti jamur yang tumbuh di kulitnya, burung yang kadang memakannya, dan juga manusia yang mengolah benalu sebagai obat.

Saat ini, dia masih berusaha meneliti untuk mengetahui seluruh kehidupan benalu dan mencoba membudidayakannya sebagai tanaman hias.

"Saya juga ingin membuat semacam ruang pamer untuk benalu-benalu yang sudah saya temukan," ucapnya. Meskipun ingin membuat ruang pamer, dia menegaskan, dia tidak pernah sama sekali berniat untuk menjual salah satu koleksinya.

"Sebetulnya sudah ada yang menawar Rp 40 juta untuk benalu berbentuk gorila, tapi saya tolak," ujarnya. Uang memang bukan segalanya, karena menurut Herry, tindakan itu semata-mata bentuk terima kasihnya kepada Tuhan. (Adhitia Armitrianto-17h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA