logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 24 Juli 2006 SEMARANG
Line

Menuai Berkah Kebaikan yang Tercecer

KAPAN saat kemuliaan seseorang? Kala dia mau berkorban. Sebaris kalimat itu merupakan salah satu inti ceramah Ny Diah Rachmawati Zuber Safawi dalam pengajian ibu-ibu Suara Merdeka Group di kediaman Ny Sarsa Budi Santoso, Jalan S Parman 62, Minggu (23/7) siang.

Alkisah, ujar Diah, ada seorang ibu dengan cita-cita sederhana: anaknya dekat dengan Alquran. Demi mengenalkan makna kitab suci itu, dia menuntun si anak memahami dan menghafal ayat-ayat di dalamnya. Akan tetap, baru sampai empat juz, kecelakaan terjadi dan mengakibatkan anaknya buta.

''Tanpa disadari kadang kejadian itu kita tanggapi dengan menggerutu, 'Wah, sudah ada niat baik, malah dikasih kecelakaan.' Tapi yang dilakukan ibu yang sederhana itu tidak. Meski baru empat juz, Tuhan ternyata membuka rahasia lain. Eh, baru saja 1,5 tahun, anak itu sudah hafal Alquran. Rupa-rupanya, kebutaan itu justru membuatnya lebih berkonsentrasi. Inilah buah keikhlasan dan Tuhan memberi sesuatu.''

Dalam hidup, orang yang mencintai dituntut memiliki pengorbanan. Dengan sikap itulah, mereka menjadi mulia. Sebab, lanjut dia, orang yang mantap dalam keimanan pada Allah tidak terbersit keraguan sedikit pun di hati mereka.

Dia terkesan dengan penuturan seorang dokter bedah dalam buku kumpulan kisah Gelas Retak. Dalam salah satu artikel, dokter itu bercerita, suatu kali dirinya ditemukan dengan tubuh lemas dan seputar mata membiru di depan rumah seorang ibu.

Barangkali karena kasihan dengan kondisinya yang miskin, ibu itu pun lantas memberinya segelas susu. Pertemuan tersebut hanya sekilas dan tak pernah berlanjut kembali sampai si anak tumbuh dewasa.

''Sebagaimana biasa, dokter itu membaca data tiap pasien. Tetapi kali ini, entah kenapa hatinya berdesir. Itu perasaan dari Allah. Sewaktu masuk ruang operasi, dia melihat si ibu yang pernah memberinya susu dalam kondisi parah. Segera saja, dia menentukan jadwal operasi dan biaya ratusan juta ditanggungnya. Inilah kebaikan yang tercecer, sama artinya dengan tabungan cinta yang sewaktu-waktu kita tuai.'' (Renjani-62j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA