| Senin, 24 Juli 2006 | SEMARANG |
Rp 1,7 Miliar untuk Rehab IrigasiKENDAL- Guna memperlancar pasokan kebutuhan air ke areal persawahan, khususnya pada musim kemarau, Dinas Pertanian Kendal melaksanakan rehabilitasi jaringan irigasi usaha tani dan irigasi desa. Kegiatan ini dilakukan serentak di 23 desa di 13 wilayah kecamatan. Yaitu, Kecamatan Singorojo, Kaliwungu, Boja, Limbangan, Plantungan, Patean, Sukorejo, Pageruyung, Gemuh, Ringinarum, Cepiring, Brangsong, dan Patebon. ''Rehabilitasi saluran irigasi itu merupakan program pengelolaan lahan dan air (PLA). Dana kegiatan tersebut cukup besar, yaitu Rp 1,7 miliar yang diperoleh dari bantuan APBN,'' kata Kasubdin Rehabilitasi Pengembangan Lahan dan Perlindungan Tanaman (RPLPT) Dinas Pertanian Ir H Subaedi. Dia menjelaskan, pengerjaan kegiatan rehabilitasi lahan tidak diserahkan kepada rekanan atau pihak ketiga. ''Kegiatan dan dana rehabilitasi diserahkan kepada petani yang tergabung dalam 30 kelompok tani yang ada di 13 kecamatan. Dinas Pertanian bersama Dinas Pengairan akan membimbing pekerjaan di lapangan dan menyusun laporan administrasi pengguanaan dana,'' ujarnya. Tujuan penyerahan pekerjaan ke petani, imbuh dia, agar para petani mampu bekerja secara optimal dalam memperbaiki saluran irigasi di areal persawahan mereka. ''Optimal karena petani merasa memiliki saluran irigasi itu di areal persawahannya. Jika kegiatan ini berjalan baik dan bisa dipertanggungjawabkan, ke depan kami akan mengajukan program serupa di Kendal.'' Bagian Atas Rehabilitasi saluran irigasi untuk tahap awal, menurutnya, dikonsentrasikan untuk daerah Kendal bagian atas. Pasalnya, sebagian besar saluran irigasi di daerah atas mengalami kerusakan akibat bencana alam, banjir, dan tanah longsor. ''Besaran dana APBN yang disalurkan belum mencukupi untuk perbaikan semua saluran irigasi. Dana tersebut lebih bersifat sebagai stimulan atau pancingan bagi petani untuk memperbaiki saluran irigasi sawah mereka. Petani dapat memanfaatkan bantuan itu secara optimal, misalnya dengan menanggul irigasi menggunakan bangunan permanen dari beton, atau memperbaiki bendung pembagi air yang rusak,'' kata Subaedi. Dia menambahkan, sejumlah kelompok tani telah melaksanakan kegiatan tersebut sejak sepekan lalu, di Kecamatan Plantungan dan Singorojo. ''Pada beberapa wilayah kecamatan lain petugas Dinas Pertanian dan Pengairan masih melakukan sosialisasi terkait dengan rencana perbaikan irigasi. Karena pengerjaan diserahkan langsung kepada petani, maka pemantauan dan pembimbingan di lapangan lebih berat kami lakukan, khususnya bimbingan teknis dan pembuatan laporan administrasi. Kami tidak ingin di belakang hari terjadi kebocoran dana, sehingga berdampak kurang baik bagi dinas.'' (G15-37) |