| Senin, 24 Juli 2006 | SEMARANG |
Kedungombo Ditutup Total untuk PertanianGROBOGAN - Pintu Waduk Kedungombo di Desa Rambat, Kecamatan Geyer, Grobogan, akan segera ditutup total untuk pertanian tanaman pangan. Perkumpulan petani pemakai air (P3A), Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kudus, Dinas Pengairan, Dinas Pertanian Perkebunan, Pemkab, dan pihak terkait sepakat tidak akan menggelontorkan air Kedungombo mulai 1 - 31 Agustus untuk tanaman padi maupun tanaman lain yang membutuhkan air dalam jumlah besar. Pada tanggal itu, Balai PSDA maupun Dinas Pengairan akan melakukan pemeliharaan rutin dari dana APBD I dan APBD II, dengan memperbaiki beberapa saluran yang rusak dan tanggul bocor. ''Kami sudah diberitahu pengurus P3A, pintu Waduk Kedungombo pada tanggal itu akan ditutup total. Kami diminta memanfaatkan air waduk seoptimal mungkin untuk ngocor maupun lainnya dari sekarang. Dengan demikian, saat air waduk tidak digelontorkan, tanaman jagung di Toroh dan sekitarnya tidak terancam mati akibat kekurangan air,'' tutur Sardi (42), anggota P3A Toroh, kemarin. Dinas Pengairan telah menyosialisasikan penutupan waduk untuk kepentingan pertanian tanaman pangan, perkebunan, dan lainnya, terutama tanaman padi. Sebab di daerah Grobogan, Pati, Kudus, Demak, yang mendapat pasokan air dari Kedungombo, pada bulan itu sepakat tidak akan menanam padi baik yang berumur pendek maupun panjang. Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengairan Kecamatan Toroh, Purwodadi, Penawangan, Godong, Klambu, dan sekitarnya, telah terjun langsung ke semua kelompok tani untuk memberitahu mengenai penutupan waduk tersebut. Itu dilakukan agar mereka tidak kaget ketika semua saluran irigasi Kedungombo di Sidorejo, Sedadi, Klambu Kanan dan Kiri, dikeringkan. Program Tahunan Pengeringan merupakan program tahunan setiap Agustus. Jika tidak disosialisasikan, dikhawatirkan petani marah lantaran saluran irigasi di daerahnya mengering. Lebih-lebih di daerah itu terdapat tanaman jagung dan sayuran yang sangat membutuhkan air. Mulai 15 Juli lalu, beberapa saluran irigasi Kedungombo memang sudah dikeringkan. Namun, pengeringan hanya dilakukan di saluran Sedadi Penawangan yang digunakan untuk perbaikan tanggul dan saluran di daerah hilir. Meski demikian, untuk kepentingan air bersih, Balai PSDA Kudus berjanji akan tetap memasok dari Kedungombo melalui Sungai Serang dan Lusi di Kuripan Purwodadi. Setelah itu, PDAM Grobogan akan mengolahnya melalui Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sambak Danyang, Purwodadi, untuk didistribusikan ke pelanggan. Adapun untuk PDAM Kota Semarang, diupayakan dipasok dari waduk sama melalui Klambu Kiri. Namun debitnya tidak sesuai dengan kebutuhan seperti hari-hari normal. Sebab air yang digelontorkan terbatas. Agar pasokan dari Bendung Klambu Kiri lancar, Balai PSDA Kudus sejak dua minggu lalu mengeruk lumpur dengan begu. Rencananya, 10.000 meter kubik lumpur di dalam bendung dikeruk dan dibuang ke pekarangan kosong di sekitar waduk. (A23-37m) |