logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 24 Juli 2006 SEMARANG
Line

Menjadi Pilar Wisata Jateng

ADA atraksi liong, samsi, dan barongsai di Semarang? Ah, itu mah bukan sesuatu yang istimewa atau jarang-jarang. Sebab hampir setiap ada perayaan hari besar Tionghoa, kesenian tradisional itu selalu dipertunjukkan. Namun pentas liong, barongsai, dan samsi yang digelar Minggu (23/7) siang, memiliki nuansa yang berbeda.

Bukan karena kehebatan atraksinya, melainkan karena dimainkan untuk memeriahkan peresmian Kelenteng Agung Sam Poo Kong, Gedungbatu Semarang.

Atraksi yang dimainkan Naga Doreng Yon Arhanudse-15 dan Phoenix Emas Ungaran itu mampu menyedot ratusan warga untuk datang dan menyaksikannya.

Sementara itu, peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirene dan pemotongan tumpeng oleh Asisten IV Pemprov Hadi Prabowo, mewakili Gubernur H Mardiyanto. Turut mendampingi Ketua Yayasan Kelenteng Agung Sam Poo Kong Priyambudi. Hadir dalam kesempatan itu, Kapolwiltabes Semarang Kombes Pol Drs Suhartono dan sejumlah tamu undangan.

Meski diresmikan, pembangunan kelenteng yang dibuat untuk memuliakan Sam Poo Tay Jin alias Laksamana Cheng Ho itu belum rampung seluruhnya. Sejumlah bangunan di dalam kompleks tampak masih dalam proses pengerjaan. Misalkan gapura utama di sisi selatan, gedung penginapan, dan tempat pemujaan Dewa Hok Tik Cing Sien.

Karena itu, selain melakukan peresmian, Hadi Prabowo juga didaulat meletakkan batu pertama tempat pemujaan Dewa Bumi tersebut. Sepertinya, acara peresmian dilakukan, memanfaatkan momentum Peringatan Ke-601 Pendaratan Laksamana Cheng Ho di Semarang.

Gubernur dalam sambutan yang dibacakan Hadi Prabowo mengatakan, Kelenteng Agung Sam Poo Kong memperkaya objek wisata religi di Jateng. Sejak reformasi bergulir, kelenteng di Gedungbatu jadi terbuka. Berangsur-angsur, masyarakat mulai menjadikan tempat ibadah umat Tri Dharma itu sebagai tempat wisata. Bahkan pada Perayaan 600 Tahun Pendaratan Laksamana Cheng Ho, setahun lalu, jumlah pengunjung kelenteng meningkat tajam.

Selayaknya memang dilakukan pemberdayaan kelenteng sebagai sebuah aset, tidak semata-mata untuk tempat ibadah. Ada potensi lain yang bisa dimanfaatkan seperti media riset dan sebagai objek wisata.

''Tak bisa dipungkiri, Kelenteng Agung Sam Poo Kong bisa menjadi pilar penyangga Jateng sebagai daerah tujuan wisata nasional. Dengan demikian, kelenteng sebagai objek wisata akan mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.'' (Rukardi-62m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA