logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 24 Juli 2006 INTERNASIONAL
Line

Kesehatan Saddam Memburuk

BAGDAD - Saddam Hussein, Minggu kemarin, dibawa ke rumah sakit dan diberi makanan setelah melakukan mogak makan selama 16 hari. Ketua tim penuntut Jaafar al-Musawi mengatakan, mantan pemimpin Irak itu tidak bisa menghadiri sidang yang dijadwalkan Senin ini.

''Saddam Hussein dirawat di rumah sakit dan diberi makanan karena aksi mogok makannya. Satu laporan medis menetapkan dia tidak bisa tampil besok, karena kondisinya memerlukan perhatian medis,'' kata Jaafar.

Saddam (68) sedianya tampil di pengadilan Senin ini pada hearing terakhir pengadilannya. Dia diadili atas tuduhan membunuh 148 anggota Syiah Irak menyusul upaya pembunuhan terhadapnya pada 1982.

Dia dan terdakwa lain dilaporkan menolak makan sejak 7 Juli, dan pekan lalu tim pembela memperingatkan bahwa kondisi kesehatan mereka memburuk.

Mereka melakukan mogok makan untuk memprotes pembunuhan tiga pembela sejak awal persidangan. Pengadilan itu merupakan yang pertama terhadap Saddam sejak dia digulingkan oelh invasi pimpinan AS pada April 2003.

Dia ditangkap oleh tentara AS enam bulan kemudian dan sejak itu diserahkan ke pengadilan Irak untuk mengahadapi tuduhan berkaitan dengan tahun-tahun berdarah selama berkuasa.

Dalam pengadilan pertamanya dari sejumlah proses yang dijadwalkan, Saddam dan tujuh terdakwa lain dituduh memerintahkan eksekusi mati terhadap 148 orang Syiah dari Desa Dujail. Pembunuhan itu dilakukan selama investigasi terhadap dugaan upaya pembunuhan terhadap mantan presiden Irak itu.

Mereka menghadapi hukuman gantung jika terbukti bersalah atas tuduhan melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan, termasuk pembunuhan dan penyiksaan. Namun persidangan itu dikacau oleh penolakan Saddam mengakui keabsahan pengadilan tersebut.

Musawi mengatakan sidang yang dijadwalkan Senin ini tetap akan berlangsung, meski kondisi kesehatan mantan orang kuat Irak itu buruk.

''Besok, pengadilan akan mendengarkan kasus pembelaan dari tim pembela bagi mantan Wapres Taha Yassin Ramadan dan Awad al-Bandar. Jika tim pembela mereka tidak hadir, mereka dianggap mengganggu persidangan,'' kata tim penuntut.(rtr-afp-niek-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA