| Senin, 24 Juli 2006 | INTERNASIONAL |
Bentrokan Senjata Tewaskan 9 TalibKANDAHAR - Tentara Inggris dan pasukan Afghan menewaskan 19 gerilyawan Talib dalam bentrokan senjata Minggu kemarin. Kaum militan bersumpah akan melakukan lebih banyak bom bunuh diri untuk membalas serbuan tentara asing dan Afghan. Afghanistan kini memasuki tahap kekerasan yang sangat intensif sejak kejatuhan pemerintahan Talib pada 2001. Lebih banyak serangan terjadi di bagian selatan negara itu. Pada saat yang sama, pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat akan menyerahkan tanggung jawab pengamanan di Afghanistan selatan kepada tentara NATO. Serdadu Inggris yang tergabung dalam NATO dan tentara Afghanistan kemarin pagi menyerang beberapa desa di pinggiran Lashkar Gah, ibu kota Provinsi Helmand. Mereka menduga para pejuang Talib bersembunyi di daerah itu. ''Dalam penyerbuan itu, tentara Afghan dan Inggris menewaskan 19 anggota Talib dan menangkap 17 lainnya, termasuk dua warga Pakistan,'' kata Amir Mohammad Akhundzada, wakil gubernur Helmand, kepada Reuters. ''Tidak ada korban di pihak tentara Afghan atau Inggris.'' Warga setempat menjelaskan, beberapa warga sipil juga tewas dalam penyerbuan itu. Pihak Talib belum memberikan pernyataan mengenai baku tembak dan penangkapan di Lashkar Gah. Peringatan Talib Sehari setelah dua serangan beruntun Talib menewaskan sedikitnya tujuh warga sipil dan dua tentara Kanada di Kandahar, Talib memperingatkan warga sipil menjauh dari tentara Afghan dan pasukan asing. Sebab, Talib berencana melakukan serangan lebih intensif. Aksi bom mobil menghancurkan sebuah kendaraan pasukan koalisi di Kandahar. Kemudian, ketika petugas Afghan sedang menyelidiki aksi bom mobil itu, bom kedua meledak. Berbicara dari lokasi yang dirahasiakan, juru bicara Talib Qari Muhammad Yousaf mengatakan warga sipil harus menghindari tempat-tempat serangan. Sebab, serangan kedua atau ketiga kemungkinan terjadi di tempat yang sama. Tentara koalisi menyatakan, serangan bom secara beruntun pasti membuat marah warga setempat. Sebab, orang-orang yang tak berdosa selalu menjadi korban dalam serangan bom seperti itu. ''Belum lama ini, kami menemui warga kota dan desa sangat tidak menyukai militan Talib,'' kata Mayor Scott Lundy, juru bicara tentara koalisi. (rtr-ben) |