| Senin, 24 Juli 2006 | INTERNASIONAL |
Israel Langgar Hukum HumaniterBEIRUT - Pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa Minggu kemarin menyatakan serangan Israel ke Lebanon telah melanggar hukum humaniter. ''Ini sangat mengerikan. Saya tidak tahu apakah gempuran itu telah menghancurkan tiap-tiap blok perumahan,'' kata Jan Egaeland, koordinator bantuan kemanusiaan PBB, setelah dia mengunjungi Distrik Haret Hreik, Beirut. ''Serangan negara Yahudi benar-benar telah melanggar hukum humaniter. Ini jauh lebih besar daripada yang saya bayangkan,'' tambahnya, sambil melihat tumpukan puing-puing. Pesawat-pesawat tempur Israel telah membombardir distrik itu hampir setiap malam sejak konflik dengan Hizbullah pecah 12 Juli lalu. Israel beralasan, Haret Hreik merupakan tempat persembunyian anggota Hizbullah. Butuh Bantuan Egeland mengatakan, sekitar 500.000 sampai 1.000.000 orang di Lebanon membutuhkan bantuan internasional. Namun penyaluran bantuan ke sana membutuhkan jalur yang aman. ''Sejauh ini Israel tidak memberikan kami akses yang aman ke Lebanon,'' katanya. Dia berencana berkunjung ke Israel Selasa besok untuk merundingkan jalur aman melalui darat, laut, dan udara bagi pengiriman bantuan internasional ke Lebanon. Dia mengatakan, penanganan krisis kemanusiaan di Lebanon secara mendesak membutuhkan dana sebesar 100 juta dolar AS. ''Ada krisis kemanusiaan yang begitu parah di Lebanon,'' kata dia. Gempuran Israel ke Lebanon selatan itu telah menewaskan sedikitnya 375 orang. Sebagian besar korban adalah warga sipil. Egeland membolak-balik buku-buku yang berserakan di antara reruntuhan rumah seorang muslim Syiah. Rudal Israel telah meratakan rumah itu dan bangunan-bangunan lain di sekitarnya beberapa hari lalu. Dua wanita berkerudung hitam melintas di dekat Egeland. Kedua wanita itu membawa tas plastik berisi sisa-sisa harta mereka. ''Kami sedang mengupayakan operasi bantuan, tetapi perang harus dihentikan lebih dulu,'' kata Egeland. ''Penembakan roket-roket ke Israel harus dihentikan. Bombardir ke perumahan di Lebanon juga harus disetop.'' Perlu Solusi Politik Pemerintah Israel menyatakan serangan-serangan itu dilakukan secara terarah ke pos-pos Hizbullah di Lebanon. Namun faktanya, sebagian besar korban adalah warga sipil. Serangan itu juga menghancurkan infrastruktur sipil. ''Rakyat Lebanon bukan musuh kami. Kami tidak dapat berdiam diri sementara Hizbullah menembakkan roket ke kota-kota kami,'' kilah Mark Regev, juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel. Serangan Hizbullah sejauh ini menewaskan 37 warga Israel. Egeland mengatakan, PBB berencana mengirimkan bantuan dengan menggunakan armada truk dan kapal ke Beirut dan Kota Tyre, Lebanon selatan. ''Kami terutama sangat mengkhawatirkan daerah Beirut dan wilayah Lebanon selatan,'' kata dia. ''Ada korban luka-luka yang tidak mendapat pengobatan. Banyak orang tidak mendapatkan air minum. Puluhan ribu orang terperangkap di zona perang.'' Dia menjelaskan, perang itu telah banyak menimbulkan korban. Dia yakin solusi militer tidak pernah menyelesaikan masalah. ''Satu-satunya yang dibutuhkan adalah solusi politik,'' katanya.(rtr-ben-26) |