logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 24 Juli 2006 EKONOMI
Line

sekilas ekonomi

Revitalisasi SPBG Tak Sesuai Target

JAKARTA-Program revitalisasi stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) di wilayah Jakarta diperkirakan tidak dapat selesai sesuai terget pada akhir 2006. "Kami sebenarnya telah menerima mesin dan kompresor yang dioper dari Cirebon dan Surabaya, tapi belum terpasang. Kemungkinan revitalisasi ini akan selesai November 2007," kata pengelola SPBG di Jalan Pemuda, Jakarta Timur, Yusuf Dahasan, Minggu.

Dia mengatakan, sebenarnya kapasitas SPBG Jalan Pemuda kurang memadai. Apalagi kini tempat itu digunakan sebagai pengisian gas bus Transjakarta koridor dua rute Pulogadung-Harmoni. Demikian pula SPBG di Jalan Warung Buncit, Jakarta Selatan, yang sudah dipersiapkan cukup lama juga belum beroperasi untuk pengisian bahan bakar gas (BBG). Namun, pengelola SPBG itu tidak bersedia memberikan komentar. Pertamina melakukan program revitalisasi itu untuk memenuhi kebutuhan konsumen BBG. Program itu diarahkan pada peningkatan kemampuan storage (kapasitas timbun) dari 15.960 liter setara premium (LSP) menjadi 22.600 LSP. (ant-33)

Honda Bangun Pabrik Hybrid

TOKYO-Honda Motor merencanakan membangun pabrik manufaktur baru untuk memproduksi berbagai komponen kunci untuk digunakan dalam mobil hybrid-nya. Sebuah harian bisnis Jepang melaporkan, Minggu, fasilitas itu sedang dijadwalkan dapat dioperasikan pada 2008. ''Dengan pabrik itu, memungkinkan industri mobil itu melipatgandakan kapasitas produksi tahunan untuk kendaraan elektrik menjadi 200.000 unit,'' tulis Nihon keizai Shimbun, tanpa menyebut sumbernya.

Honda diperkirakan mengeluarkan dana sekitar 8 miliar yen (68,87 juta dolar) untuk membangun pabrik tersebut di bagian barat Mie prefecture. Honda bermaksud menjual 200.000 kendaraan berbahan bakar irit, dengan dukungan bahan bakar gasolin dan motor elektrik, di seluruh dunia pada 2009. Dengan produksi massal berbagai komponen utama, perusahaan itu percaya pihaknya akan dapat menetapkan harga kendaraan hanya sekitar 200.000 yen lebih tinggi di banding kendaraan lain yang menggunakan gasolin. (ant-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA