logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 24 Juli 2006 EKONOMI
Line

Biosolar di SPBU Mulai Diserbu Pembeli

JAKARTA-Dalam kurun waktu hampir tiga bulan setelah peluncurannya, biosolar di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jakarta meningkat tajam. Bahkan mancapai angka sekitar 4.000 liter lebih tinggi daripada penjualan solar.

"Sambutan konsumen baik. Tampak biosolar ini diserbu pembeli setelah peluncurannya. Grafik penjualan terus meningkat selama tiga bulan ini," kata Aji Pambudi, Kepala SPBU 31-10701, Minggu.

Menurut dia, penjualan rata-rata biosolar per hari bisa mencapai 30.000 liter, 4.000 liter lebih tinggi daripada penjualan rata-rata solar yang hanya 26.000 liter per hari. Secara rinci penjualan biosolar selama dua minggu pertama bulan Juli mencapai 482.844 liter, jauh lebih banyak dari pada penjualan dua minggu pertama bulan sebelumnya yang hanya 60.944 liter.

Total penjualan biosolar selama hampir tiga bulan di SPBU yang berada di bawah naungan PT Pertamina Retail ini mencapai 1.092.248 liter. "Penjualan sepi hanya kalau akhir pekan, cuma 18 sampai 19 kiloliter," kata Kepala SPBU yang berlokasi di Jalan Industri, Jakarta Pusat itu.

Puncak penjualan biosolar terjadi setiap hari Senin yang bisa mencapai 38 ribu liter. Aji mengatakan minat terhadap biosolar tidak hanya ditunjukkan dengan peningkatan pembelian oleh konsumen. Selama ini, dia mengaku mendapat beberapa pertanyaan dari pengusaha SPBU yang berniat menjual biosolar.

Para pengusaha SPBU itu sebagian menanyakan prosedur untuk bisa menujual bahan bakar campuran solar dengan minyak sawit mentah (CPO-Crude Palm Oil) itu. Dia mengaku tidak melakukan penambahan pompa untuk menjual biosolar. Transaksi penjualan biosolar sepenuhnya menggunakan peralatan yang dulu dipakai untuk menjual solar.

Peningkatan permintaan terhadap biosolar juga terjadi di SPBU 34-12502 yang berlokasi di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Pengawas SPBU Tino mengatakan, penjualan biosolar berkisar 7.000-8.000 liter per hari. Jumlah ini lebih tinggi daripada penjualan rata-rata solar yang hanya 5.000 liter per hari.

Angkutan Kota

Sedangkan total penjualan biosolar sampai dengan 21 Juli 2006 mencapai angka 400.000 liter. Jumlah itu sebagian besar dikonsumsi angkutan kota yang memerlukan sekitar 70 liter setiap kali pengisian. "Agustus tahun ini, diperkirakan semua SPBU di Jakarta menjual biosolar. Saya optimistis dengan prospek penjualannya," katanya.

Lonjakan permintaan biosolar juga dialami SPBU 34-12702 yang sebelumnya tidak menyediakan solar. Sejak peluncuran biosolar pada 20 Mei 2006, penjualan rata-rata di SPBU itu mencapai 4.000 liter per hari. "Ini angka yang fantastis bagi sebuah SPBU yang sebelumnya tidak menjual solar," kata Joko Haryono, Kepala Regu SPBU di kawasan Jalan Kapten Tendean itu.

Untuk keperluan penjualan biosolar, kata dia dua jalur antrean yang sebelumnya digunakan konsumen premium dialihfungsikan menjadi jalur antrian biosolar. Akibatnya, SPBU itu justru mengalami penurunan penjualan di sektor premium, dari 80.000 liter menjadi 60.000 liter per hari.

Secara umum, ketiga SPBU tidak mengalami kendala teknis dalam pengalihan solar ke biosolar, karena mereka tidak perlu membeli peralatan baru. Pengaturan antrean pembeli juga tidak mengalami kendala, karena pada dasarnya tidak ada perubahan jalur antrean, hanya volume kendaraan yang bertambah.

"Yang diperlukan kalibrasi (pengurasan) tanki bekas solar atau premium yang akan digunakan untuk menampung biosolar," kata Joko.

Beberapa SPBU itu juga belum berniat menambah pompa biosolar walau permintaan tinggi. Hal itu karena perlu dilakukan pembahasan yang tidak singkat dengan berbagai pihak, terutama Pertamina.

Untuk tahap awal, biosolar akan didistribusikan kepada masyarakat melalui empat SPBU di Jakarta, yaitu SPBU 31-10701 di Jalan Industri, SPBU 34-12702 di Jalan Kapten Tendean, serta SPBU 34-12502 dan SPBU 34-12510 yang keduanya berlokasi di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. (ant-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA