logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 24 Juli 2006 EKONOMI
Line

PT Ploss Asia Ekspor Mebel Afkiran

SEMARANG-Ada banyak cara untuk melakukan usaha di Kota Semarang. Salah satunya, memperbaiki mebel afkiran yang dikembalikan ke Indonesia, untuk kemudian diekspor kembali.

Usaha itu yang antara lain dilakukan PT Ploss Asia yang berlokasi di Kawasan Industri Tugu Wijaya Kusuma Ruktimukti Bawana Blok B 06 Semarang.

Marketing PT Ploss Asia, Oliver Errichiello kepada wartawan menuturkan, setiap tahun sekitar 700 kontainer mebel dari Jepara diekspor ke Jerman, Austria, Swiss dan beberapa negara Eropa lain. Namun dari jumlah itu, sekitar 20 % dinilai tidak memenuhi standar dan dikembalikan lagi ke Indonesia.

Barang itulah yang kemudian ditampung PT Ploss Asia untuk diperbaiki lagi. ''Sebelum kami kirim kembali ke Jerman, barang yang telah diperbaiki sudah melalui quality control,'' kata dia.

Barang ekspor tersebut dikembalikan bukan karena mutu kayu jati Indonesia jelek. Menurut dia, mutu kayu jati Indonesia justru sangat bagus. Hanya saja dalam proses pembuatannya sering kurang memperhatikan mutu.

Hal ini bukan hanya merugikan eksporter mebel, tetapi juga citra Indonesia secara keseluruhan. ''Orang Eropa mulai tidak menyukai produk mebel Indonesia,'' kata dia.

Untuk memperbaikinya, PT Ploss Asia bukan hanya memperbaiki barang afkiran, tetapi juga mengadakan pelatihan bagi para perajin mebel. Untuk itu pihaknya bekerja sama dengan JTZ.

Selain mengolah barang afkiran, perusahaan penanaman modal asing (PMA) itu, juga memproduksi furniture outdoor dari bahan mentah berupa kayu jati gelondongan. Untuk menjamin ketersediaan bahan baku, menurut Errichiello, PT Ploss Asia bekerja sama dengan PT Perhutani. Hanya saja dia belum bisa memberikan keterangan tentang jumlah ekspor dari bahan mentah ini. ''Kami masih menunggu mesin yang akan didatangkan dari Jerman,'' kata dia.

Dia hanya memberikan gambaran, sedikitnya satu kontainer mebel akan diekspor ke Eropa setiap pekan. Namun khusus pekan ini, pihaknya tidak melakukan ekspor.

''Kami sedang mempersiapkan berbagai hal untuk peresmian pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 3 hektare ini,'' kata dia. (G6-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA