| Senin, 24 Juli 2006 | BUDAYA |
Broadway ala TCPENGGAMBARAN kehidupan manusia dapat dinikmati melalui cerita atau dongeng. Tak jarang irama kehidupan itu diwujudkan dalam torehan cat di atas kanvas. Namun ternyata perjalanan hidup manusia tak kalah menarik saat dilukiskan melalui irama musik. Itulah yang terjadi dalam penampilan Twilite Chorus (TC) "A Musical Moment", Sabtu (23/7) malam, di ruang teater Gedung Thomas Aquinas Unika Soegijapranata, Semarang. Dengan busana serbahitam, mereka membawakan lagu-lagu yang biasa ditampilkan di pentas Broadway. Mereka jauh dari kesan glamor, tetapi tetap elegan dan memukau. Pada awal sesi pertama, para penonton terkesiap melihat penampilan konduktor Benyamin Franklin Manumpil. Lelaki kelahiran Biak, Papua, itu membawakan lagu "This is the Moment". Dengan suara tenor dia membawakan nada-nada tinggi dalam lagu tema film Jekyll & Hide itu secara ekspresif. Lalu suara sopran Ni Made AB Raharta dan Brigitta Dewi Prajati mengumandang melantunkan "In His Eyes". Mereka tak kesulitan menembangkan nada teramat rendah. Tim paduan mendendangkan lagu dalam drama musikal The Phantom of the Opera Medley. Melalui lagu ini penonton diajak kembali ke abad ke-16 untuk menyaksikan kisah segi tigayang digambarkan dengan sangat menarik. Kekompakan mereka dalam gerak dan nada menunjukkan kedekatan emosional. Penampilan mereka tentu bakal membuat penonton mengubah gambaran tentang paduan suara. Sebab, selama ini paduan suara identik dengan gaya kaku dan lagu-lagu serius. Namun kesan itu lenyap begitu menyaksikan penampilan grup di bawah manajemen Twilite Orchestra milik musikus Adi MS tersebut. Konser itu, kata Manajer TC Joseph Surjadi, merupakan kelanjutan konser di Goethe Institute Jakarta. Sebelumnya mereka juga tampil di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga. "Pementasan ini kami buat lain dari biasa. Berdasar pendekatan itu, penjiwaan dan aspek hiburan lebih tercapai,'' ujarnya. (Roosalina-53) |