logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 24 Juli 2006 BANYUMAS
Line

Warga Diwajibkan Pelihara Sapi

TEKAD Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsari, Purbalingga untuk menjadi desa sapi benar-benar kuat. Semua warga desa, termasuk perangkat, anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) dan LKMD diwajibkan memelihara minimal dua ekor sapi.

Untuk menampung sapi-sapi itu, di tanah kas desa akan dibangun kandang dan lahannya ditanami rumput gajah untuk pakan ternak. Tekad menjadi desa sapi ini menguat setelah kelompok tani Lembusari desa tersebut menjadi juara I lomba kelompok tani ternak tingkat Jateng dan maju tingkat nasional Agustus mendatang.

Kepala Desa Bojongsari Sudarto mengatakan, pengembangan ternak sapi itu bertujuan untuk menjadikan wilayahnya sebagai sentra produksi ternak sapi. ''Ini untuk mengembangkan ekonomi masyarakat dengan peternakan sapi. Diharapkan Bojongsari diharapkan benar-benar menjadi sentra produksi ternak sapi di Purbalingga,'' ungkap Sudarto.

Sudah Cukup

Untuk itu, dia berencana menghibahkan tanah kas desa untuk dimanfaatkan bagi pengembangan ternak sapi. Di atas tanah seluas 200 ubin itu, akan dibangun 50 kandang sapi yang mampu memuat puluhan ekor sapi.

''Di Dusun V direncanakan dibuat kandang di atas tanah kas desa. Ini untuk lebih memanfaatkan kas desa karena tanah bengkok untuk aparat desa sudah cukup,'' ungkapnya.

Dengan akan dibuatnya kandang sapi ini, berarti Bojongsari akan memiliki 3 kawasan ternak sapi. Sebelumnya ratusan ekor sapi milik warga dikumpulkan menjadi satu di kampung ternak, tepatnya di dua kawasan di Dusun III dan IV. Di lahan seluas 500 ubin itu bisa menampung sekitar 180 ekor sapi. ''Rencananya ditambah satu kandang lagi,'' ungkap Sudarto.

Selain itu, untuk memudahkan aparat desa memiliki sapi, ia bersedia mengucurkan kredit. Kredit itu didapatkan dari sebuah bank dan ia sebagai penjaminnya. Peternak mulai mengembalikan kredit setelah mereka memperoleh untung.

Diungkapkan Sudarto, dikumpulkannya sapi menjadi satu di satu kandang itu di latar belakangi keprihatinan terhadap perilaku warga. Mereka beternak sapi namun ternak itu tinggal di dalam rumah bersama warga. Kebiasaan ini sangat tidak sehat.

''Hal ini juga tidak mendukung Bojongsari sebagai daerah wisata dengan Owabong-nya. Karena itulah kami membuat sentra peternakan sapi di satu kawasan. Saya berencana sentra ternak sapi di Bojongsari akan saya bangun seperti peternakan Topaz milik mantan Presiden Soeharto,'' imbuhnya.(Arief Noegroho-42)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA