| Senin, 24 Juli 2006 | BANYUMAS |
Ratusan Muslimah Antusias Hadiri Deklarasi SalimahPURBALINGGA- Deklarasi Persaudaraan Muslimah (Salimah) Purbalingga mendapat sambutan masyarakat. Tidak kurang dari 500 muslimah datang menghadiri deklarasi itu di Pendapa Dipokusumo, Minggu (23/7). Seusai deklarasi, ratusan muslimah itu tetap antusias mengikuti talkshow dengan topik Menjadi Ibu Bahagia. Ketua Umum Salimah dokter gigi Sulistyowati menjelaskan, berdirinya ormas kewanitaan itu di Purbalingga bertujuan untuk ikut mengelola potensi muslimah menuju keshahihan sejati agar mereka mampu memberi arti bagi keluarga, negara, dan agama. Kehadirannya diharapkan mampu menjadi oase dan sumber inspirasi proses pembangunan. ''Kami bertekad untuk mewujudkan kesahihan muslimah yang penuh cinta, yang melahirkan kecerdasan, kretaivitas, sekaligus kearifan. Muslimah tidak hanya bertindak dengan kata tetapi juga dengan karsa dan karya. Kebahagiaan kami adalah manakala masyarakat hidup sejahtera di bawah ridlo Allah,'' katanya. Penasehat Salimah Ny Ina Triyono Budi Sasongko menilai pendirian ormas kewanitaan itu pada saat ini adalah tepat. Sebab, saat ini kaum wanita menghadapi imbas arus globalisasi yang sering tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku di tanah air. Belum lagi gencarnya arus informasi yang sedemikian cepat, antara lain melalui media TV. Sementara itu dalam talkshow, pembicara Dyah Astorini mendapat pertanyaan yang cukup menggelitik. ''Bagaimana peran kita ketika suami tidak bisa menjadi contoh teladan anak-anak? Suami juga sebel kalau kita nasihati dengan bilang: Aja brisik lah. Aja ngomong bae,'' kata seorang penanya. Dosen Fakultas Psikologi UMP itu mengakui saat ini banyak sekali keluarga yang seperti itu. Karena itu dia berpesan kepada yang belum menikah untuk mencari calon suami yang kelak bisa jadi teladan anak. Para orang tua juga harus selektif menerima lamaran calon menantu. Carilah yang akhlaknya baik. (F10-42) |