| Senin, 24 Juli 2006 | BANYUMAS |
Warga Diimbau Tak Terpengaruh Isu Tsunami
CILACAP - Masyarakat Cilacap diimbau tidak terpengaruh isu yang mengatakan akan ada tsunami susulan. Meski pada kenyataannya, saat ini masih ada gempa susulan. Namun semua itu diyakini tidak lagi menimbulkan tsunami. ''Saat ini, kecil kemungkinannya ada tsunami susulan seperti yang terjadi Senin (17/7-Red) lalu. Karena itu, kami mengimbau masyarakat Cilacap tetap tenang,'' tandas Kepala Stasiun Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Cilacap Budi Anggono. Setelah sepekan terjadi gelombang besar, saat ini masih terus beredar isu akan ada tsunami lagi. Akibatnya, banyak masyarakat yang panik dan meninggalkan rumah mereka. Isu ini sangat menakutkan, warga yang sebelumnya sudah tenang jadi terpengaruh. Budi menyatakan, meski gempa susulan masih terjadi setidaknya hingga Minggu (23/7), skalanya lebih kecil dari pekan lalu. Karena itu, diprediksikan tidak akan ada tsunami susulan. Justru yang perlu diwaspadai adalah gelombang Samudera Indonesia yang saat ini berkisar antara 0,6 - 2 meter. Tinggi gelombang yang muncul akibat angin musim ini sangat berbahaya, terutama bagi nelayan yang tengah berada di lautan. Meski tidak terlalu berbahaya bagi kapal besar, ombak setinggi dua meter itu bisa mengombang-ambingkan kapal-kapal kecil. Di luar ombak tinggi, secara garis besar cuaca Cilacap dan sekitarnya dalam pekan-pekan ini akan cerah. Angin yang bertiup pun masih dalam kecepatan wajar. Data di stasiun BMG Cilacap menyebutkan, gempa susulan atas gempa di laut Pangandaran pekan lalu, masih terus terjadi. Gempa terakhir terjadi pada Minggu (23/7) dengan kekuatan 5,4 skala richter. Pusat gempa berada di kedalaman 33 km di bawah permukaan air laut, dengan posisi pusat gempa 10,37 LS dan 107,43 BT atau tak jauh dari pusat gempa pekan lalu. ''Namun karena gempa tidak terlalu kuat, tidak akan menimbulkan tsunami,'' tegas Budi lagi. Dari pantauan Suara Merdeka di lapangan diketahui, meski sudah sepekan berlalu, warga Cilacap yang rumahnya berada di dekat pantai masih terus waspada. Walaupun sudah pulang ke rumah masing-masing, mereka masih banyak yang belum membongkar tas-tas berisi pakaian dan harta benda lain yang dibawa saat mengungsi kemarin. Imbauan agar masyarakat tenang dan tidak terpengaruh isu tsunami susulan ternyata juga dilakukan oleh kantor-kantor kecamatan yang pekan lalu dihantam musibah. Kantor Kecamatan Binangun dan Nusawungu misalnya, setiap hari melakukan pemberitahuan secara berkeliling meminta warga tenang dan tidak terpengaruh isu. Bahkan sejumlah warga yang peduli, ikut melakukan upaya penenangan, dengan menggunakan fasilitas mereka sendiri. (G21-36m) |