logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 24 Juli 2006 BANYUMAS
Line

Puluhan Ribu Pohon Salak Diserang Penyakit

BANYUMAS - Puluhan ribu rumpun pohon salak di Kabupaten Banjarnegara dan Banyumas, dalam dua pekan terakhir terserang penyakit busuk daun.

Akibatnya, pohon salak terancam mati.Kepala Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (LPHP) Wilayah Banyumas Suryo Banendro menerangkan, berdasar pengamatan yang dilakukan petugas pengamat hama lapangan, hingga pertengahan Juli, jumlah pohon salak yang terkena penyakit itu mencapai 37.304 rumpun. Satu rumpun pohon salak terdiri dari satu pohon berikut anakannya.

Untuk Kabupaten Purbalingga dan Cilacap, tidak ada laporan penyakit busuk daun yang menyerang tanaman salak. Di kedua kabupaten itu, ada petani yang menanam salak, tetapi tak terlalu banyak seperti di Banjarnegara dan Banyumas.

Daerah yang paling banyak terserang penyakit yang disebabkan jamur Pestalotiopsis itu adalah Kabupaten Banjarnegara, yaitu 37.275 rumpun. Sementara di Kabupaten Banyumas, baru 29 rumpun. Penyakit busuk daun salak itu menyerang tanaman di daerah yang selama ini dikenal sebagai sentra salak.

Tiga Kecamatan

Di Kabupaten Banjarnegara, penyakit busuk daun menyerang pohon salak di tiga kecamatan yang dikenal sebagai sentra salak, yaitu Kecamatan Wanadadi (325 rumpun), Kecamatan Banjarmangu (950 rumpun ), dan Kecamatan Sigaluh (36.000 rumpun). Sementara di Kabupaten Banyumas, serangan terjadi di Kecamatan Banyumas (13 rumpun) dan Somagede (16 rumpun).

Suryo menjelaskan, pada daun tanaman yang di serang penyakit, terdapat bercak-bercak berwarna cokelat kekuningan sampai kelabu. Di tengah bercak, ada bintik hitam. Bercak-bercak itu kemudian mengering dan membuat daun rontok. Bila dibiarkan, semua akan daun bisa rontok. Lama-lama, tanaman pun gundul dan akhirnya mati.

''Penyakit ini menyerang tanaman salak yang pertumbuhannya lemah, lingkungan lembab, jarak tanam rapat, dan naungan terlalu rimbun. Pada tanah yang kurang subur dan drainasenya jelek, penyakit akan semakin parah. Penyebaran penyakit dibantu oleh angin, air, dan serangga,'' ungkap dia.

Agar serangan tak meluas, tanaman yang terlalu rimbun harus dipangkas agar kelembapan berkurang. Kebersihan kebun juga harus dijaga. Jika terpaksa, dilakukan penyemprotan fungisida yang berizin. (G23-42m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA