logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 24 Juli 2006 BANYUMAS
Line

RSU Banyumas Tampung Pasien Korban Tsunami

BANYUMAS - Sejak gelombang tsunami menerjang pantai selatan Jawa, RSU Banyumas telah menerima 22 pasien korban bencana itu. Mereka adalah korban yang tersapu tsunami di Kecamatan Adipala, Nusawungu, dan Binangun. Pada umumnya, korban yang dibawa ke rumah sakit tersebut merupakan warga tiga kecamatan di atas.

Namun di antara mereka, ada pula yang berasal dari Purwokerto dan Kebasen. Para korban dari Adipala, Nusawungu, dan Binangun adalah para nelayan yang sedang mencari ikan dan pakan bebek. Sementara korban dari Purwokerto dan Kebasen, diduga wisatawan yang saat itu sedang mengunjungi pantai.

Para korban yang dirawat, rata-rata menderita tulang, lecet-lecet atau sakit dan nyeri di dada. Diduga, itu terjadi akibat meminum air laut bercampur pasir ketika tersapu gelombang pasang. Korban yang sakit dan nyeri pada bagian dada, ketika batuk mengeluarkan lendir bercampur pasir.

Hubungan Masyarakat RSU Banyumas Suwarto mengemukakan, sebagian besar dari 22 pasien korban tsunami itu sudah diperbolehkan pulang. Hingga Minggu (23/7), masih ada delapan orang yang dirawat. Sebanyak 12 orang di antara para pasien itu, setelah pemeriksaan, dinyatakan cukup menjalani rawat jalan. Hanya satu pasien yang meninggal dunia.

''Korban meninggal berjenis kelamin pria tetapi tak diketahui identitasnya. Setelah beberapa hari tak ada yang mengenali atau keluarga yang mengambil, jenazah Mr X dimakamkan pihak rumah sakit,'' jelas dia.

Gratis

Menurut Suwarto, para korban tsunami dirawat di ruang kelas III RSU Banyumas. Bila pasien yang ada di ruang kelas III itu korban gempa dan tsunami, pihak rumah sakit tidak memungut biaya. Semua pengobatan dan perawatan digratiskan.

Ketetuan itu hanya berlaku untuk korban tsunami yang dirawat di ruang kelas III. Apabila atas permintaan keluarga, korban pindah ke ruang yang lebih bagus, tetap dikenakan biaya atau tak lagi gratis.

Dari delapan pasien yang hingga kemarin masih dirawat, atas permintaan keluarga, dua atau tiga orang pindah ke ruang kelas I. Sisanya tetap dirawat di ruang kelas III.

Ia menambahkan, kalau memang ada pasien baru korban tsunami yang membutuhkan perawatan, RSU Banyumas siap menerima. Bila pasien itu berasal dari keluarga tak mampu dan dirawat di ruang kelas III, yang bersangkutan juga dibebaskan dari biaya pengobatan dan perawatan. (G23-42m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA