| Minggu, 23 Juli 2006 | OLAHRAGA |
OFFSIDEAndi Darussalam TertahanPENYELENGGARAAN laga 8 Besar Liga Djarum Indonesia 2006 di Solo telah memberi pengalaman dan pelajaran sangat berharga bagi panitia pelaksana (Panpel) lokal, khususnya dalam menangkal penonton yang masuk tanpa tiket. Demi kelancaran event itu, panpel lokal di bawah koordinasi panpel pusat (Badan Liga Indonesia/BLI) telah menyediakan berbagai atribut atau ID card bagi yang berkepentingan, termasuk wartawan, pejabat, petugas dan pengurus PSSI. Begitu ketatnya pengawasan, terjadi hal menggelikan. Pada saat partai Persik Kediri lawan Arema Malang digelar Kamis lalu, rombongan PSSI, Andi Darussalam Tabusalla dan empat pendampingnya, sempat tertahan. Ketika akan masuk pintu VIP, seorang petugas bernada keras menanyakan ID card. "Mana tanda masuk atau ID card-nya?" tanya petugas itu. Direktur BLI ini pun dengan kalem mengeluarkan tanda pengenal yang tertutup jaket, tapi empat pengikutnya tanpa tanda pengenal. Petugas kemudian bertanya dengan nada tinggi. "Itu, empat yang lain, mana ID card-nya?" Andi gelalapan. Dia lalu mengeluarkan kartu identitasnya lagi. Terkejutlah para petugas setelah membaca nama di kartu berwarna merah dan kuning. "Maaf pak," kata penjaga pintu seraya memberi jalan masuk. "Saya nggak marah, atau tersinggung. Mereka menjalankan tugasnya dengan benar. Itu patut dicontoh petugas portir lain," ungkap Andi. (P44,D11,H13,F3-31) |