| Minggu, 23 Juli 2006 | NASIONAL |
Mbah Munif: Bencana Itu PeringatanSEMARANG - Ulama karismatik KH Munif Muhammad Zuhri mengajak bangsa Indonesia untuk berdoa dengan cara masing-masing agar musibah dan segala bentuk bencana segera berlalu. ''Awalilah dengan muhasabah atau introspeksi diri terhadap kesalahan dan dosa-dosa yang telah kita lakukan. Setelah itu pasrah, sabar, dan tawakal,'' pintanya. Dia mengatakan hal itu pada upacara tasyakuran HUT Ke-8 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Semarang di kantor DPC Jalan Teukur Umar 44 Semarang, Jumat malam lalu. Hadir pada acara itu, Ketua DPW PKB Jateng Abdul Kadir Karding, Ketua DPC Muh Mahsun, dan sejumlah kiai antara lain Drs KH Ahmad Hadlor Ihsan, KH Azim Wasiq, dan sejumlah anggota DPRD dari partai itu. Bencana terus-menerus yang mendera bangsa Indonesia, menurut pengasuh Pondok Pesantren Girikusumo Mranggen Demak itu, merupakan peringatan dari Allah agar manusia yang setiap hari berlomba-lomba dalam kemaksiatan dan kezaliman segera sadar. Indikasi lain, semakin banyak ulama dan umara yang tidak lagi memikirkan umatnya. Mereka sibuk memikirkan diri sendiri dan keluarga. ''Kalau sudah diperingatkan oleh Allah dengan bencana bermacam-macam dan tidak pernah ada henti-hentinya, manusia belum sadar juga, ya tunggu azab Allah yang lebih besar,'' tandas dia. Sementara itu, Ketua DPW Abdul Kadir Karding dalam sambutannya mengatakan, dalam usia sewindu, partainya menghadapi tiga keprihatinan. Pertama, terjadi serangan Amerika Serikat kepada negara-negara muslim, termasuk Lebanon dan Palestina. Kedua, banyak bencana di sana-sini. Ketiga atau terakhir, terjadi konflik internal partai yang hingga kini belum selesai. "Mudah-mudahan dengan istighotsah dan tasyakuran, tiga keprihatinan itu segera berlalu," harap dia. Menyinggung konflik internal partainya, Kadir yakin ada jalan keluar yang terbaik. ''Mestinya semua sadar bahwa ada pihak luar partai yang sedang mengobok-obok karena khawatir atas kebesaran PKB dan NU. Karena itu, siapa pun yang menang, itu adalah kemenangan bersama,'' tegas dia. (H9-64m) |