logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 23 Juli 2006 NASIONAL
Line

Masalah Ekonomi Sulut Konflik Maluku

SEMARANG - Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Agus Soeyitno belum lama ini memberangkatkan 488 prajurit Yonif 403/Wirasada Pratista (WP) Yogyakarta ke Maluku di Pelabukan Tanjung Emas.

Melalui Kapendam Letkol CAJ Agus Subroto, Pangdam mengemukakan, seluruh prajurit yang menumpang KRI Amboina itu dipimpin Danyon 403/WP Letkol Inf Sugiyono.

''Mereka akan bertugas setahun,'' ujarnya.

Pada upacara pemberangkatan, Pangdam yang bertindak sebagai inspektur mengungkapkan, tugas utama para prajurit di daerah rawan konflik Maluku adalah membantu pemerintah daerah dan Polri untuk memulihkan stabilitas kamtibmas.

Kendati situasi sudah kondusif, lanjut Agus Soeyitno, potensi konflik masih ada. Seusai upacara, Pangdam menyebutkan, hal yang biasanya menjadi penyulut konflik adalah masalah ekonomi.

''Ada kecemburuan penduduk asli terhadap pendatang. Saya tahu persis keadaan di Maluku karena pernah bertugas di sana,'' ujar dia.

Karena itu, Pangdam berpesan, agar para prajurit dapat melaksanakan kegiatan pemulihan keamanan dengan mencegah konflik antarkelompok masyarakat. Selanjutnya, prajuti diharapkan mampu menjalin hubungan serta koordinasi yang baik antaraparat keamanan dan instansi pemerintah setempat. Hal itu penting karena bagian dari upaya untuk mewujudkan situasi dan kondisi yang aman dan kondusif.

Prajurit Kodam IV/Diponegoro juga dituntut untuk mampu membangun rekonsiliasi antarkelompok masyarakat. ''Dengan menempatkan diri sebagai mediator yang netral, jujur, dan tidak berpihak pada kelompok mana pun, segala bentuk rasa dendam dan antipati dari satu kelompok kepada kelompok lainnya akan hilang,'' ungkap Pangdam. (H11,G5-64j)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA