logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 23 Juli 2006 NASIONAL
Line

Wisatawan Belum Berani ke Pantai

BANDUNG - Sejumlah wisatawan domestik Sabtu kemarin mulai memenuhi Pangandaran untuk melihat lebih dekat kawasan wisata yang terkena bencana gempa dan tsunami pada Senin (17/7).

Mereka bukan hanya warga Ciamis dan Banjar melainkan juga dari Bandung dan Jakarta yang terlihat dari sejumlah pelat nomor kendaraan.

Kedatangan mereka yang secara berombongan menggunakan motor ataupun mobil menyusuri areal pantai barat hingga timur Pangandaran. Di pinggir-pinggir pantai tersebut banyak bangunan hotel dan kafe yang hancur diterjang tsunami.

Tidak jarang mereka yang datang berpose dan berfoto di depan sisa- sisa bangunan yang telah hancur. Bahkan, tidak jarang relawan turut bersantai-santai di kawasan Pantai Pangandaran.

Untuk berkunjung ke kawasan pantai itu sendiri tampaknya warga belum berani karena khawatir ada tsunami susulan.

Sangat Kontras

Suasana tersebut sangat kontras jika dibandingkan dengan warga korban bencana yang saat ini sedang berada di pengungsian.

Hj Hajijah, warga Cirebon yang berkunjung ke Pangandaran bersama keluarga mengakui, kedatangannya untuk melihat suasana pascatsunami sambil memberikan sumbangan kepada para korban.

"Kami memberikan makanan dan sembako kepada mereka. Kami berharap, mereka diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini," ujarnya.

Dia memperkirakan, jumlah pengunjung akan mencapai puncaknya pada Minggu karena bertepatan dengan liburan akhir pekan. Sementara itu, pembersihan di kawasan Pantai Pangandaran terus dilakukan bersama-sama warga dengan aparat keamanan dari TNI dan Polri. Pembersihan masih terfokus di area Pantai Pangandaran karena daerah tersebut merupakan daerah yang paling hancur dibandingkan dengan daerah lain karena permukimannya lebih padat.

Direlokasi

Dari Pangandaran diperoleh keterangan, korban tsunami yang tengah berada di pengungsian akan direlokasi. Kebijakan ini menjadi salah satu program dalam rekonstruksi dan rehabilitasi pascamasa tanggap darurat.

Demikian dikemukakan Sekretaris Daerah Ciamis Subur Dwiono.

"Jikas lokasi tempat tinggal sebelumnya sudah tidak memungkinkan lagi ditempati, terlebih lokasinya berada di dekat bibir pantai, tidak ada pilihan lain kecuali mereka harus direlokasi," tandasnya.

Saat ini, ujarnya, tengah ada pendataan pasti terhadap status pengungsi. Pasalnya dari 51.756 pengungsi, ada sebagian di antara mereka yang menjadi status tetap karena rumah mereka hancur total.

Meski demikian, tidak dimungkiri ada pula pengungsi yang mengalami trauma sehingga tak mau kembali ke tempat tinggalnya lagi yang sebenarnya utuh. Mereka diprioritaskan untuk direlokasi.

Menurut keterangan Subur, opsi tersebut berlaku sama. Semua warga yang menjadi korban tsunami di seluruh Ciamis dapat mengajukan permintaan untuk dipindahkan dari tempat tinggalnya semula.

Selain opsi tersebut, Subur menyebutkan, program pembangunan tempat tinggal korban tsunami tetap akan dilakukan. "Yang jelas saat ini kami tengah menyusun desainnya."

Desain pembangunan kembali Pangandaran dan sekitarnya itu diharapkan selesai dalam waktu dua minggu mendatang. Rentang waktu tersebut bertepatan dengan berakhirnya masa tanggap darurat.

Dana yang dibutuhkan untuk tahapan rekonstruksi dan rehabilitasi masih menunggu rekapitulasi pendataan di lapangan. Yang jelas, Pemkab Ciamis baru menyediakan Rp 2,5 miliar dari dana bencana APBD. Jumlah ini dialokasikan untuk operasional masa tanggap darurat.

Memang, ujar Subur, ada bantuan dari Pemprov Jabar Rp 1,5 miliar. Hanya itu dicadangkan untuk proses pemulihan.

Soal bantuan, Subur menyatakan pihaknya baru melaporkan jumlah kerugian kepada Pemerintah Pusat yang jumlahnya Rp 425 miliar akibat hantaman tsunami di wilayah Ciamis selatan.

Proses Evakuasi

Memasuki hari keenam, wilayah Pangandaran yang penuh dengan sampah dan puing-puing reruntuhan mulai dibersihkan. Proses evakuasi terhadap korban masih terus berlangsung.

Pemimpin Posko Penanganan Bencana Pangandaran Dandim Letkol Inf Mulyono mengemukakan, sebelum menuju ke wilayah lain, konsentrasi pembersihan sampah dan reruntuhan difokuskan di Pangandaran yang memang paling parah kondisinya. "Kami fokuskan dahulu upaya tersebut di wilayah ini," tandasnya.

Langkah itu merupakan hasil rapat yang dilakukan pada Jumat malam yang diikuti unsur Muspika di seluruh Ciamis. Diharapkan, langkah ini mempercepat proses pemulihan di kawasan wisata itu. (dwi-14j)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA