logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 18 Juli 2006 SALA
Line

Wonogiri Minta Air dari Gunungkidul

WONOGIRI - Krisis air bersih yang melanda lima kecamatan di Wonogiri bagian selatan membuat Pemkab meminta pasokan air dari sumber air Seropan di Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY. Saat ini, proyek pemanfaatan sumber air tersebut dalam penyelesaian pemasangan jaringan pipa distribusi.

Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Wonogiri Ir Sri Jarwadi MM mengemukakan, proyek sumber air Seropan itu mengambil air baku dari aliran sungai dalam tanah yang memiliki debit 800 liter/detik. Dari jumlah itu, 200 liter/detik dimanfaatkan untuk pemenuhan air minum warga Kabupaten Gunungkidul, sedangkan 35 liter/detik disalurkan ke wilayah Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri. Setelah selesai dibangun bak resevoirnya di Desa Glinggang, proyek air Seropan akan ditindaklanjuti pemasangan jaringan perpipaan distribusinya ke desa-desa di Kecamatan Pracimantoro. Jaringan itu meliputi Desa Glinggang, Gebang, Gedong, Joho, Sumberagung, dan Petirsari.

Sementara itu, kalangan DPRD mengemukakan, untuk mengatasi persoalan krisis air bersih tidaklah cukup dengan mengerahkan mobil tangki air. Menurut Ketua DPRD Sugimin Djoko Suwondo ST, seharusnya ada langkah yang lebih maju dalam upaya menangani kesulitan air bersih bagi penduduk. ''Bantuan tangki tidak menyelesaikan masalah karena hanya bersifat darurat yang kapasitasnya terbatas,'' imbuh anggota DPRD, Sugiarto.

Keduanya menyatakan harus ada langkah besar untuk mengantisipasi kekeringan. Salah satunya, bagaimana Pemkab mampu melakukan upaya memanfaatkan potensi sumber-sumber air bawah tanah yang ada di pegunungan selatan. Pemkab harus berani melakukan terobosan ke pusat, mengingat untuk mengantisipasi masalah itu memerlukan konsekuensi dana yang tidak kecil.

Bupati Wonogiri H Begug Poernomosidi SH menegaskan, langkah penanggulangan kekeringan terus diupayakan, termasuk kiat yang memiliki skala cakupan besar, yakni melakukan upaya menjalin kerja sama lintas kabupaten dan provinsi.

25 Tangki

Dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Wonogiri Tahun 2005 disebutkan, jumlah penduduk yang kekurangan air bersih pada musim kemarau pada tahun 2002 tercatat 89.589 jiwa (19.664 keluarga). Sampai tahun 2004, cakupan pemberian pelayanan air bersih kepada masyarakat telah meningkat mencapai 64,19% atau 57.506 jiwa. Meski belum tertuntaskan, ada peningkatan dari cakupan layanan air bersih yang mencapai 12,44% atau 11.147 jiwa.

Kabag Humas Pemkab Wonogiri Eko Muslich Martono SE MM, Senin (17/7), menuturkan, melalui Bagian Sosial Ekonomi (Sosek), Pemkab telah mendistribusikan bantuan air 25 tangki untuk masyarakat di Kecamatan Paranggupito. Di Desa Gendayaan dan Johunut, Kecamatan Paranggupito. Sejak tiga tahun lalu, Pemkab telah menyiapkan bantuan tiga mobil tangki yang disiagakan di tiga kecamatan rawan kekeringan. Yakni, di Kecamatan Paranggupito, Giritontro, dan Pracimantoro. (P27-67n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA