logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 18 Juli 2006 SALA
Line

Komplotan Pembobol Toko Diringkus

SOLO-Lima anggota komplotan spesialis pembobol toko dan ruko antarkota Sabtu malam dan Minggu malam lalu diringkus Sat Reskrim Polsektabes Banjarsari.

Mereka adalah Ngadimin (30) warga Kini Baru, Jomblang, Semarang; Edwin Supriyadi (35) penduduk Karangkemiri, Pakuncen, Banyumas; Olah Hasan Abdullah (39) asal Mulyodadi, Kriyan, Sidoarjo (Jatim); serta Bambang Purwanto (43) dan Ariaji (37), keduanya beralamat di Rawa Bambu, Kalibaru, Bekasi (Jabar).

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa peralatan yang dipergunakan oleh para tersangka pada saat beroperasi, yakni obeng, linggis, bor, gergaji, dan tang.

Komplotan itu terbongkar berawal dari pencurian di Toko Buku Sekawan Jalan RA Kartini Solo, hari Minggu 25 Juni lalu sekitar pukul 22.00. Para tersangka yang masuk dengan cara membobol tembok membawa uang tunai Rp 50 juta, 10 bolpoin merek Parker senilai Rp 14 juta, serta kartu perdana dan voucher pulsa ponsel.

''Kami menelusuri keberadaan tersangka melalui kartu perdana yang mereka curi,'' jelas Kanit Reskrim Polsektabes Banjarsari Ipda Tony Prasetyo SH, kemarin.

Dipancing

Saat dihubungi, lanjut dia, salah satu kartu perdana ternyata dipakai teman wanita Ariaji. Dibantu wanita itu petugas kemudian melacak komplotan tersebut. Ternyata tiga orang di antaranya, yakni Ngadimin, Olah, dan Edwin masih berada di rumah kontrakannya di Gilingan, Banjarsari. Ketiga orang itu lalu disergap petugas yang dipimpin Ipda Tony Prasetyo.

Berdasarkan pengakuan mereka petugas memperoleh nama Bambang dan Ariaji. Kedua tersangka yang diduga menjadi otak komplotan tersebut berada di Bekasi usai beraksi. Polisi memancing mereka agar datang ke Solo.

Hari Minggu lalu pukul 20.00 keduanya tiba di Stasiun Balapan. Turun dari kereta api polisi langsung menangkap mereka. Dari tangan para tersangka petugas mengamankan beberapa barang bukti yang disimpan di rumah kontrakan mereka di Gilingan.

Kapoltabes Surakarta Kombes Pol Drs Lutfi Lubihanto melalui Kapolsektabes Banjarsari AKP Sayid mengatakan kelima orang itu merupakan komplotan antarkota.

''Dari pengakuan mereka di Solo sudah ada delapan tempat kejadian perkara.'' (hsn-27)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA