| Selasa, 18 Juli 2006 | PANTURA |
Kekeringan, 335 Ha Lahan Kritis PusoPEMALANG - Kekeringan yang terus terjadi di Pemalang, kini mengakibatkan 335 hektare sawah dalam keadaan kritis puso, dan 2.440 hektare dinyatakan rawan. Berdasarkan pantauan Suara Merdeka, kekeringan yang melanda areal persawahan terjadi di beberapa desa. Sawah yang dekat irigasi masih kelihatan basah, sedangkan yang jauh (berada di upat-upat) tampak mengering. Hal itu terjadi di Desa Widuri, Danasari, Lawangrejo, Pelutan, Tambakrejo, dan Sugihwaras, semuanya Kecamatan Pemalang. Selain itu, kekeringan juga terjadi di Kecamatan Taman, Desa Wanarejan Utara dan Kabunan, Kecamatan Ulujami, Desa Mojo, Tasikrejo, Kertosari serta Pesantren. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan, Ir Kasir Sahuri MM menyatakan telah melaporkan keadaan tersebut kepada bupati. Namun upaya yang dilakukan hanya memberikan sosialisasi kepada masyarakat pertanian. Menurutnya, sesuai dengan perkiraan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Jateng, awal musim kemarau jatuh pada Mei. Hal itu sesuai dengan keadaan di lapangan yang kini mulai terjadi kekeringan di lahan pertanian. ''Kendati begitu, sampai saat ini belum terdapat tanaman padi yang mati atau puso akibat kekeringan. Sementara ini masih bisa diatasi dengan sumur pantek,'' katanya, kemarin. Di Comal Selain menimbulkan dampak kritis, kekeringan juga mengancam 2.440 hektare sawah Kecamatan Pemalang, Comal, Ulujami, Watukumpul, dan Belik. Dari lima kecamatan itu, yang terlihat cukup luas terancam kekeringan di Comal, yaitu mencapai 827 hektare. Seorang petani Desa Widuri, Khaerudin (35) mengungkapkan, untuk mengairi sawahnya seluas setengah hektare dia harus memompa air dari sumur pantek dua hari sekali. Setiap hari membutuhkan solar 10 liter. Hal itu diperkirakan akan terjadi selama dua bulan. Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Pangan Ir Priyo Dwi Nirwanto mengatakan, kendati terjadi kekeringan, tidak memengaruhi pengadaan pangan. Apalagi sampai menimbulkan rawan pangan. Produksi padi 2006 ditargetkan 350.000 ton. Hingga kini telah terealisasi 206.460 ton. Sisanya akan ditutup hasil panen Juli-Agustus. Dalam waktu dua bulan itu diperkirakan jika dibuat rata-rata hasil panen tiap hektare sebesar lima ton, maka akan ada tambahan produksi padi mencapai 123.795 ton. (sf-29d) |