| Selasa, 18 Juli 2006 | OLAHRAGA |
Niat Brasil Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2014 DiperdebatkanRIO DE JANEIRO-Kekecewaan penggemar sepak bola Brasil menyangkut mundurnya prestasi negaranya di Piala Dunia semakin bertambah. Itu terbukti dari adanya kekhawatiran apakah mereka pantas bila menyelenggarakan event itu pada 2014. Brasil diperkirakan akan dipilih FIFA untuk penyelenggaraan ajang terakbar tersebut. Tapi, ikon nasional Pele memperingatkan mahalnya biaya yang harus ditanggung. "Kita tidak boleh mengorbankan rakyat," kata pemain legendaris ini. Dia menambahkan, Piala Dunia di negaranya hanya bisa dilaksanakan jika dibiayai swasta dan tidak memberatkan keuangan negara. Keinginan jadi tuan rumah juga diusung Argentina. Negeri itu merencanakan untuk bekerja sama dengan Chile, agar Piala Dunia bisa kembali diadakan di dua negara seperti saat 2002. Namun, organisasi sepak regional Amerika Selatan (Conmebol) secara institusional hanya menginginkan Brasil sebagai calon. Brasil dan Argentina bersaing dalam berbagai aspek, termasuk sepak bola. Sekretaris Jenderal Conmebol Eduardo Delucay yang asal Argentina memperlihatkan tidak ada solidaritas yang besar ketika bicara tentang Brasil. "Kami yakin Brasil harus mulai memikirkan beberapa aspek tentang Piala Dunia. Mereka tidak punya kekuatan politik," katanya. Investasi Tokoh sepak bola Brasil Ricardo Teixeira menjanjikan adanya investasi swasta secara besar-besaran. Tapi seperti event olahraga besar lainnya, terdapat juga tekanan terhadap Presiden Luiz Lula da Silva untuk memberikan jaminan keuangan. Selain itu, negara ini masih haus bantuan terhadap pengadaan prasarana lainnya. Lula berusaha untuk terpilih lagi akhir tahun ini. Dilema terbesarnya, tidak bisa mengharapkan pemasukan besar dari pajak karena terjadi skandal korupsi besar-besaran tahun lalu. Investasi yang sangat berat dibutuhkan, mengingat Teixeira dan Ketua FIFA Sepp Blatter menyadari juara dunia lima kali itu harus membangun 10 atau 12 stadion baru bila dipercaya menjadi tuan rumah. (ant,rtr-22) |