logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 18 Juli 2006 OLAHRAGA
Line

Syamsul Chaeruddin Kena Kartu Merah

GRESIK- Nasib kurang beruntung dialami PSM Makassar. Pada laga melawan Persmin Minahasa dalam babak 8 Besar Kompetisi Liga Djarum Indonesia 2006, PSM gagal memetik kemenangan karena kebobolan dua gol dalam tempo enam menit menjelang bubaran.

Di samping itu, tim berjuluk Juku Eja ini harus rela kehilangan kapten timnya, Syamsul Chaeruddin. Dia diganjar wasit Yesayas L dengan kartu merah karena mengganjal pemain Persmin ketika laga babak kedua berlangsung sepuluh menit. Dengan demikian, Syamsul tak boleh turun lapangan tatkala rekan-rekannya dijamu Persekabpas Kabupaten Pasuruan dan duel melawan Persija Jakarta.

"Masih banyak stok pemain lain dengan kualitas tak jauh dari Syamsul," ujar Manajer Tim PSM Kadir Halid kepada wartawan seusai pertandingan.

Pada pertandingan yang dilangsungkan di Stadion Tri Dharma Petrokimia Gresik, sore kemarin itu, PSM unggul lebih dahulu pada menit ke-32 melalui striker Aldo Baretto setelah menerima umpan Ronald Fagundes. Keunggulan PSM bertahan hingga 45 menit pertama usai.

Pada paruh pertama, pemain kedua tim bermain dalam tempo sedang. Memang, lini tengah PSM yang dikomandani Syamsul Chaeruddin tampak lebih unggul dibanding barisan gelandang Persmin di bawah koordinasi Jorge Toledo.

Memasuki babak kedua, pola permainan yang disuguhkan pemain kedua tim tak menunjukkan grafik peningkatan. Baik pemain PSM maupun Persmin memang saling menyerang. Namun, tempo permainan yang mereka kembangkan tak terlalu dinamis dan akseleratif.

Pada menit ke-55, Syamsul Chaeruddin melakukan blunder dengan melanggar salah seorang pemain Persmin. Wasit Yesayas langsung mengganjar kartu kuning kedua, karena di babak pertama Syamsul sudah terkena kartu kuning. Dengan demikian, dia harus keluar lapangan.

Hilangnya Syamsul mengakibatkan lini tengah PSM tak berkembang. Dirijen dan jenderal lapangan tengah tim Juku Eja yang diperankannya jadi hilang. Meski demikian, pada menit ke-65 PSM mampu menambah keunggulan jadi 2-0 setelah Ronald Fagundes mampu menyarangkan bola ke gawang Sukirmanto melalui serangan balik.

Unggul 2-0 plus jumlah pemain hanya 10 orang, membuat PSM lebih memperkuat lini pertahanan. Perubahan pola itu dimanfaatkan Pelatih Persmin Djoko Malis untuk mendorong anak-anak asuhannya intensif menggedor gawang PSM.

Menit ke-84 Persmin bisa membobol gawang PSM melalui Eugene Gray. Lalu, pada menit ke-86 ganti Toledo dengan heading cantiknya mampu menyamakan kedudukan jadi 2-2.

"Persmin bermain bagus, sayang kepemimpinan wasit kurang bagus. Kalau pun menang, kami tetap mengajukan protes atas kepemimpinan wasit," tegas Pelatih PSM Henk Wullems. (G14-31)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA