| Selasa, 18 Juli 2006 | OLAHRAGA |
LIGA DJARUMPersekabpas Luar BiasaGRESIK -Tampil tanpa lelah, Persekabpas Kabupaten Pasuruan berhasil mengandaskan Persija Jakarta 3-1 pada laga babak 8 Besar Kompetisi Liga Djarum Indonesia 2006 Grup Gresik di Stadion Tri Dharma Petrokimia Gresik, semalam. Tim besutan pelatih Subangkit itu tampil kesetanan. Sepanjang dua kali 45 menit, mereka memperagakan pola permainan menyerang dengan dinamika tinggi. "Saya akui, Persekabpas malam ini tampil luar biasa. Sepanjang 90 menit, mereka mengembangkan pola permainan tempo tinggi," ujar Pelatih Persija Rachmad Darmawan seusai pertandingan. Pada pertandingan yang disaksikan sekitar 15.000 penonton itu, sebagian besar pendukung Persekabpas, tim kebanggaan warga Pasuruan ini tertinggal lebih dahulu pada menit kedua. Gol Persija dilesakkan pemain asingnya, Roger Batoum. Tertinggal 0-1 tak membuat anak-anak asuhan Subangkit lemah semangat. Sepanjang 45 menit pertama, pemain kedua tim terus menyuguhkan gaya permainan menyerang dengan akselerasi dan dinamika tinggi. Lini tengah Persekabpas yang dikomandani Zah Rahan terus menggeber lini pertahanan Persija yang dikawal Hamka Hamzah dengan kiper Hendro Kartiko. Namun hingga turun minum, Persekabpas tak mampu menyamakan kedudukan. Memasuki babak kedua, permainan menyerang dengan tempo tinggi tetap diperagakan Persekabpas. Menit ke-55 Persekabpas mampu menyamakan kedudukan melalui jenderal lapangan tengahnya, Zah Rahan. Kedudukan 1-1 membuat pemain-pemain Persekabpas makin percaya diri dan intensif menggedor lini pertahanan Persija. Menit ke-59 ganti striker tim ini, Alfredo Figuera melesakkan bola ke gawang Hendro Kartiko setelah menerima umpan matang Zah Rahan. Gol ketiga Persekabpas diciptakan Siswanto pada menit ke-65. Penalti Gagal Pada menit ke-72 sebenarnya Persija memiliki peluang emas ketika mendapat hadiah penalti dari wasit Syafi'i (Bandung). Oscar Aravena dijatuhkan pemain belakang Persekabpas. Sang pengadil langsung menunjuk titik putih. Sayang, Roger Batoum yang ditunjuk sebagai eksekutor tak mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Bola tendangannya berhasil diblok kiper Nurosadi. "Pada babak pertama kami sanggup mengimbangi permainan cepat yang diperagakan pemain-pemain Persekabpas. Namun, pada paruh kedua, kekuatan pemain kami untuk mengimbangi permainan seperti itu mengendur. Saya akui, Persekabpas luar biasa dan pantas menang," tambah Rachmad. Bagaimana komentar Subangkit? Dia menjelaskan, kunci kemenangan timnya adalah motivasi dan mematikan dua pemain sayap Persija. Mantan pemain Persebaya Surabaya era tahun 1980-an ini mengemukakan, dukungan penonton yang besar membuat anak-anak asuhannya bisa menyuguhkan gaya permainan menyerang dengan tempo tinggi sepanjang dua kali 45 menit. "Kami ucapkan banyak terima kasih kepada penonton. Kami juga akan memberikan bonus khusus kepada para pemain dengan kemenangan ini," tutur Manajer Tim Persekabpas Jusbakir Aljufri. (G14-31) |