logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 18 Juli 2006 OLAHRAGA
Line

Telepon Seluler Wasit Tak Dibatasi

  • Petasan dan Kembang Api Dilarang

SOLO - Badan Liga Indonesia (BLI) tak membatasi interaksi wasit selama penyelenggaraan pertandingan babak 8 Besar Kompetisi Liga Djraum Indonesia 2006 di Stadion Manahan Solo dan Stadion Tri Dharma Gresik, 17-23 Juli. Menurut Koordinator Pertandingan, Joko Driyono, penggunaan telepon seluler mereka pun tidak dibatasi.

''Tak ada pembatasan interaksi wasit, tidak ada pembatasan telepon selulernya. Kami tidak memperlakukan wasit sebagai manusia aneh. Dia manusia biasa. Cuma mereka harus cukup istirahat agar fisik dan konsentrasinya terjaga,'' kata dia usai technical meeting di Hotel Agas Solo, kemarin.

BLI telah menetapkan 12 wasit, 12 asisten wasit, empat pengawas pertandingan dan dua inspektur wasit untuk seluruh laga di dua stadion itu. Para pengadil itu juga dipilih yang terbaik.

''Kami yakin, wasit kita punya integritas atas profesionalisme mereka sendiri. Tiga hari menjelang kick- off, wasit dikarantina di Hotel Cristal Jakarta, menyangkut evaluasi babak reguler lalu, kemudian aspek teknis dan pendalaman. Juga ada pembekalan, biar seluruh perangkat wasit paham betul visi 8 besar ini,'' paparnya.

Jika ada wasit yang lalai atau ada main dalam pertandingan, pihaknya akan secara tegas menghentikan tugasnya. Namun menurutnya hingga siang kemarin belum ada penentuan wasit yang akan diturunkan pada dua laga, PSIS versus Arema dan Persik melawan Persiba di Stadion Manahan, sore ini.

''Setelah hari kedua, dimungkinkan wasit migrasi dari Solo ke Gresik dan sebaliknya. Kami tetapkan wasit-wasit kredibel,'' tandasnya.

Petasan dan Kembang Api

Sementara itu, Poltabes Surakarta memutuskan untuk melarang penonton dan suporter membawa petasan dan kembang api ke Stadion Manahan.

''Kami akan merazia barang-barang berbahaya, senjata tajam, minuman keras, termasuk petasan dan kembang api di stadion,'' ujar Kapoltabes Kombes Pol Drs Lutfi Lubihanto.

Dalam rapat akhir persiapan di Mapoltabes siang kemarin, ditetapkan jumlah petugas yang akan diturunkan mencapai seribu lebih personel. Rinciannya, anggota Poltabes 650 orang untuk pengamanan terbuka dan tertutup. Selain itu ada sekitar 400 orang pengamanan bantuan dari TNI, Polwil Surakarta, POM, Satgas dan elemen lain.

Dia menambahkan, dipilihnya Solo sebagai tuan rumah 8 Besar merupakan kebanggaan, sehingga penyelenggaraannya harus dijaga seluruh masyarakat, termasuk para suporter dari luar kota. Teknis pengamanan dilakukan di dalam dan luar stadion, beberapa jam sebelum laga. Untuk mengantisipasi dua pertandingan dalam sehari, sore dan malam, Poltabes akan membagi personel dalam dua shift pengamanan.

Secara terpisah, Joko Driyono menegaskan, jika terjadi kerusakan di area stadion, seluruhnya akan ditanggung panpel. Sementara kerusuhan di luar stadion, menjadi kebijakan bersama antara BLI dan Pemkot setempat.

''Kami berharap hari pertama event ini berlangsung aman. Kalau tak aman, bisa jadi berikutnya ada kebijakan-kebijakan lain seperti pengurangan kuota suporter atau kebijakan lain. Selama ini kami setting sesuai rencana,'' ujarnya. (D11,hsn,P44-31)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA