logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 18 Juli 2006 OLAHRAGA
Line

LIGA DJARUM

Porras Yakin PSIS Lebih Baik

SOLO - Emanuel de Porras berjanji mengawal skuad PSIS Semarang untuk meraih poin penuh atas Arema Malang pada laga pembuka 8 Besar Kompetisi Liga Djarum Indonesia 2006 di Stadion Manahan Solo, Selasa ini mulai pukul 15.30 WIB.

Dia mengakui, baik Laskar Mahesa Jenar dan Singo Edan sama-sama bagus. Sebab, pada putaran sebelumnya, kedua tim berbagi gol 1-0 di kandang masing-masing selama dua kali berlaga. Meski demikian, striker asal Argentina itu merasa yakin PSIS bisa tampil lebih baik.

''Saya rasa pada 8 Besar ini kami lebih bagus dari Arema. Apalagi di sini kami seperti main di rumah sendiri, banyak penonton dari Semarang yang akan datang ke Manahan,'' kata dia seusai latihan dan uji lapangan di Stadion Manahan, kemarin.

Seluruh pemain tim Kota Atlas itu dalam kondisi bagus. Zoubairou, pemain belakang yang sebelumnya dililit cedera pada otot paha, juga sudah turut berlatih. Pemain asal Kamerun itu sudah leluasa berlari kencang di segala sudut.

I Komang Putra salah satu dari empat kiper PSIS, tetap menjadi pilihan utama pelatih Bonggo Pribadi untuk menjaga mistar. ''Dia telah banyak makan asam garam. Tak ada pilihan lain, kecuali menunjuk Komang sebagai kiper utama,'' kata Bonggo.

Komang pun siap mengemban kepercayaan itu. Menyinggung persiapan tim, Bonggo menyatakan sudah siap tempur. Dia yakin anak-anak asuhannya bisa tampil sesuai strategi. ''Namun tak ada persiapan khusus menghadapi Arema. Biasa-biasa saja,'' tuturnya. Wakil Manajer Tim Setyo Agung Nugroho mengatakan, laga pertama melawan Arema merupakan pertandingan berat.

''Kami menyadari, yang kami hadapi besok (sore ini-Red) adalah tim raksasa. Tapi anak-anak siap habis-habisan. Soal pressure suporter, tak masalah,'' ujarnya.

Hidup Mati

Atas komentar Agung itu, arsitek Arema Benny Dollo secara berkelakar mengatakan, ''Yang raksasa itu bukan timnya, tetapi pelatihnya.''

Menurut Benny, di Malang pihaknya juga punya tekanan besar dari suporter, apalagi kalau sampai anak-anak asuhannya menelan kekalahan. Terlebih dari itu, dia memainta agar jangan sampai ada lempar-lemparan dari suporter dan melontarkan ejekan berbau rasis.

''Cacian itu biasa, tetapi jangan meneriaki dengan kata-kata binatang,'' tandasnya.

Dia menambahkan, duel pertama lawan PSIS merupakan pertandingan hidup mati. Karena itu, tim Singo Edan diinstruksikan untuk tampil maksimal untuk memetik angka penuh.

''Pertandingan pertama adalah partai hidup mati. Kami akan berusaha menang, agar bisa melaju ke putaran berikutnya,'' tegasnya.

Kubu Arema pun masih memiliki seorang pemain yang belum fit. Putu Gede, gelandang yang biasa dipercaya menyandang ban kapten, belum pulih benar dari sakitnya.

Para pemain yang siap turun, terus diasah kemampuannya. Di lini depan ada Franco Hita. (D11,P44-31)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA